Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta untuk rehabilitasi Masjid Jami Doom di Pulau Doom sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan sarana ibadah masyarakat.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat di Sorong, Selasa, mengatakan bantuan itu merupakan realisasi janji saat dirinya mengunjungi Masjid Jami Doom pada 2025 dan melihat langsung kondisi kanopi masjid yang mengalami kebocoran.
"Saya tahun 2025 datang ke masjid ini dan saya lihat kanopinya sudah bocor-bocor. Saya janji untuk membantu dan kita bersyukur kepada Allah karena hari ini kita bisa menepati janji kepada teman-teman," ujar Septinus.
Menurut dia, janji kepada masyarakat merupakan amanah sehingga setiap komitmen yang telah disampaikan harus ditindaklanjuti.
"Janji kepada masyarakat adalah amanah yang harus kita tepati," lanjutnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengganti kanopi masjid sehingga jamaah, termasuk anak-anak, dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi teladan di tengah masyarakat.
"Harapan saya, masjid ini menjadi sarana ibadah sekaligus tempat membina pemuda-pemuda kita agar menjadi teladan dalam kehidupan dan contoh bagi umat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Septinus juga menyampaikan bahwa Pemkot Sorong memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan dengan mengalokasikan sekitar Rp62 miliar setiap tahun untuk mendukung pembiayaan sekolah gratis.
"Pendidikan penting agar anak-anak kita memiliki ilmu, keluar dari belenggu kemiskinan, dan bisa meraih keberhasilan," katanya.
Dia juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat kolaborasi antara umat Muslim dan Kristen di Kota Sorong.
"Muslim dan Kristen di sini adalah saudara, adik-kakak. Karena itu, kita harus terus berkolaborasi dan menjaga Kota Sorong sebagai teladan dalam kerukunan," pungkasnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.