Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menjadikan keberadaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menekan angka putus sekolah.   

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Singkawang Asmadi mengatakan Program Sekolah Rakyat dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh pendidikan hingga jenjang sekolah menengah atas (SMA).

"Pemerintah Kota Singkawang berharap kehadiran Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi menjadi pintu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan secara berkelanjutan hingga jenjang SMA," katanya di Singkawang, Selasa.

Menurut dia, Sekolah Rakyat secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2. Program tersebut menjadi bentuk intervensi pemerintah agar keterbatasan ekonomi tidak menyebabkan anak kehilangan hak untuk memperoleh pendidikan. 

"Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak kurang mampu, khususnya mereka yang berada pada desil 1 dan desil 2. Dengan adanya program ini, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak melanjutkan pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA," ujarnya. 

Asmadi mengatakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Singkawang telah dimulai. Tahapan tersebut menjadi awal bagi para siswa untuk mengikuti proses pendidikan dalam sistem yang dirancang secara terintegrasi dan berasrama.

Salah satu keunggulan Sekolah Rakyat, kata dia, yakni penerapan sistem boarding school yang memungkinkan siswa mendapatkan pendidikan sekaligus pemenuhan kebutuhan selama berada di lingkungan sekolah.

Kebutuhan siswa, mulai dari makanan, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan hidup selama mengikuti pendidikan, ditanggung oleh negara. Dengan skema tersebut, beban ekonomi keluarga diharapkan dapat ditekan sehingga anak dapat lebih fokus mengikuti pembelajaran.

"Dengan sistem boarding school, orang tua tidak perlu lagi memikirkan biaya makan dan jajan anaknya. Anak cukup fokus belajar karena seluruh keperluan sekolah dan kehidupannya selama berada di Sekolah Rakyat ditanggung oleh negara," katanya.

Selain menekan potensi putus sekolah, Pemkot Singkawang berharap program tersebut turut meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat hingga 13 tahun. Target tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.

"Kita berharap Sekolah Rakyat dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah masyarakat kita menjadi 13 tahun sesuai target yang ingin dicapai demi menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Asmadi menambahkan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan bakat, kreativitas, karakter, dan kecerdasan emosional siswa.

"Tenaga ahli juga akan menangani kecerdasan emosional siswa, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademis, tetapi juga menunjang pengembangan bakat dan kreativitas," katanya.

Pewarta: Narwati
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.