Pemkot Semarang kirim 16 delegasi bergabung pada MTQ Nasional

Kamis, 10 September 2026 18:42 WIB

Image Print

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti bersama delegasi yang berlomba di ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI 2026, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang mengirimkan 16 delegasi untuk bergabung dengan kafilah Jawa Tengah guna mengikuti perlombaan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Kamis, mengatakan 16 delegasi itu terpilih dari proses seleksi yang ketat, dengan dua di antaranya peserta penyandang difabel tunarungu wicara.

Mereka termasuk dari 67 peserta yang disiapkan untuk membawa nama Jateng dalam ajang nasional yang akan berlangsung pada 11–20 September 2026 di ibu kota Provinsi Jateng itu.

Mengenai target pencapaian, ia menekankan tidak memberikan beban target juara kepada para Duta Qur'an Kota Semarang tersebut.

Menurut dia, proses pendewasaan mental dan pengalaman spiritual jauh lebih berharga daripada sekadar medali.

"Apakah saya memberi target harus juara? Tidak. Sebagai seorang ibu dan guru, saya melihat hal paling utama dalam kompetisi adalah pengalaman batin," katanya.

Dukungan moril dan materiil disalurkan melalui kolaborasi lintas lembaga, termasuk PDAM, Bank Jateng, Baznas, serta PTQ guna memperkuat mental bertanding para peserta.

Ia meminta para peserta tampil percaya diri dengan keunggulan masing-masing tanpa merasa terbebani.

Penguatan mental tersebut diharapkan mampu membuat para peserta tampil secara maksimal dan lepas saat berkompetisi.

"Kita harus yakin dan percaya diri bahwa saya memiliki 'uniqueness', saya memiliki diferensiasi. Saya bisa tampil jauh lebih baik. Sikap mental itulah yang akan menguatkan kalian untuk bertanding dengan perasaan yang lebih bebas," katanya.

Menurut dia, penetapan Kota Semarang sebagai pusat penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI pada 11–19 September 2026 menjadi momentum strategis, sekaligus tanggung jawab besar.

Berbagai fasilitas pendukung dari area Simpang Lima hingga panggung penampil di seluruh sudut kota telah dirampungkan demi menjamin kenyamanan kontingen se-Indonesia.

Ia menegaskan bahwa status tuan rumah merupakan berkah bersama bagi seluruh warga Kota Semarang.

Kesiapan fasilitas fisik beriringan dengan kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu.

"Selain menjadi titik pusat penyelenggara, kita bertanggung jawab menjaga kenyamanan seluruh kafilah yang hadir," katanya.

Baca juga: FSH UIN Walisongo gelar Guest Lecture bersama komisi yudisial, bahas pengawasan hakim dan reformasi peradilan

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.