Pemkot sebut perkembangan harga beras jadi perhatian pemantauan pasar

Jumat, 11 September 2026 18:18 WIB

Image Print

Pedagang kebutuhan pokok di pasar rakyat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut perkembangan harga beras baik medium maupun premium saat ini menjadi perhatian pemantauan petugas Dinas Perdagangan terhadap harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar rakyat.

"Dalam monitoring, perhatian lebih diberikan terhadap perkembangan harga beras, karena harga beras di tingkat pasar rakyat mulai berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah," kata Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Yogyakarta Sri Riswanti di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar rakyat Kota Yogyakarta dilakukan setiap hari, yang hasil pemantauan dilaporkan melalui Jogja Smart Service (JSS) dan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Dia mengatakan, HET beras jenis medium ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram, sedangkan beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram.

Dia menyebut, berdasarkan pemantauan di lapangan, harga beras medium di sejumlah titik berada di kisaran Rp13.500 hingga Rp14.000 per kilogram, sementara beras premium juga ditemukan berada di atas Rp15.000 per kilogram.

"Yang kita pantau itu beras yang klaimnya premium. Kalau premium batasannya sebesar Rp14.900 per kilogram, namun di lapangan memang ada yang sudah di atas itu," katanya.

Menurut dia, kondisi harga beras tersebut dipengaruhi oleh pasokan dan produksi beras, termasuk musim tanam yang mengalami kemunduran juga berdampak terhadap waktu panen dan ketersediaan beras di pasaran.

"Langkah yang utama untuk beras memang operasi pasar dari Bulog. Beras medium SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) dijual di bawah HET untuk pedagang, kemudian pedagang menjual sesuai HET," katanya.

Meski demikian,pihaknya terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar rakyat, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia bagi masyarakat.

Selain beras, kata dia, harga ayam juga menjadi perhatian yang saat ini ada yang melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP), sementara harga telur masih relatif stabil kisaran Rp24.000 sampai Rp25.000 per kilogram, masih berada di bawah HAP.

Sedangkan untuk komoditas cabai, dia menyebut terjadi kenaikan harga pada cabai merah keriting, namun kenaikan harga komoditas tersebut masih dalam batas wajar, ketersediaan bahan pangan di pasar juga mencukupi.

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026