Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat koordinasi dengan TNI Angkatan Udara (AU) untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna melindungi masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kota Samarinda.
Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Jumat, menegaskan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan bersama lintas sektor menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana karhutla yang kian meluas.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, sepanjang periode kemarau ini tercatat 281 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 670,23 hektare.
Akibat tingginya intensitas kebakaran, Pemkot Samarinda resmi memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana.
"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan pemerintah daerah secara mandiri. Diperlukan sinergi dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari unsur TNI, aparat terkait, hingga partisipasi aktif masyarakat agar upaya ini berjalan efektif," kata Andi Harun saat menerima audiensi Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana di Balai Kota Samarinda.
Andi Harun menekankan karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan sudah berdampak serius pada kesehatan publik akibat penurunan kualitas udara yang ekstrem.
Data Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 4.664 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) melanda warga Samarinda selama Oktober 2026.
Pengetatan pengawasan udara mendeteksi konsentrasi partikulat berbahaya PM2.5 menyentuh angka 643 dan PM10 sebesar 1.360, yang memaksa Pemkot memberlakukan Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah-sekolah terdampak asap pada 15–17 Oktober 2026.
Oleh karena itu, lanjut dia, langkah antisipatif perlu diperkuat melalui koordinasi yang intensif, pertukaran informasi, serta kesiapan setiap unsur sesuai dengan tugas dan kewenangannya, termasuk pemantauan titik panas (hotspot) melalui dukungan patroli udara TNI AU.
Ia mengapresiasi kunjungan jajaran TNI AU dan menilai komunikasi antarlembaga sebagai bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan di daerah, terutama pada titik-titik kritis terbakarnya singkapan batu bara bawah permukaan seperti yang terjadi di wilayah Pelita 8, Kecamatan Sambutan.
Selain dukungan aparat, ia mengingatkan kesadaran masyarakat merupakan faktor penentu keberhasilan pencegahan karhutla. Warga diimbau untuk menghentikan total segala bentuk aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, Pemkot Samarinda berharap upaya mitigasi karhutla semakin optimal demi mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.