Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Kalimantan Timur, segera mengoordinasikan pemasangan jaringan pipa hidran secara gratis di Jalan Rajawali 1 bersama PDAM guna memperkuat sistem proteksi kebakaran berbasis relawan.
Wali Kota Samarinda Andi Harun di Samarinda, Kamis, menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) setempat untuk segera berkoordinasi dengan Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda.
"Koordinasi ini bertujuan mengkaji kebutuhan serta merinci biaya pemipaan secara transparan dan efisien," kata Andi saat menerima audiensi Pengurus Yayasan Pasukan Mencegah Kebakaran (PMK) Balakarcana Kota Samarinda
Dalam pertemuan tersebu, Wali Kota didampingi oleh perwakilan Disdamkarmat Kota Samarinda, Sementara itu delegasi pengurus relawan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Balakarcana Kota Samarinda Sidik Umardani.
Andi Harun menargetkan laporan hasil koordinasi mengenai kajian teknis pemipaan air dengan Perumda Tirta Kencana dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu atau paling lambat pekan depan.
Terkait permohonan bantuan unit dan peralatan operasional baru bagi Yayasan PMK Balakarcana, Pemkot Samarinda berupaya memenuhi permohonan tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ketua Umum Balakarcana Kota Samarinda Sidik Umardani mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah. Ia memaparkan bahwa armada serta sarana prasarana operasional yang dimiliki relawan saat ini memang memerlukan peremajaan.
Yayasan PMK Balakarcana saat ini mengoperasikan delapan kendaraan pemadam kebakaran dan empat mesin pemadam portabel.
Dari empat mesin portabel tersebut, dua unit diperoleh melalui swadaya internal, sedangkan dua unit lainnya merupakan bantuan Pemkot Samarinda pada 1999.
Selain melaporkan kondisi armada, Yayasan Balakarcana menyampaikan rencana pemasangan pilar hidran di sekitar pos operasional Jalan Rajawali 1.
Yayasan secara mandiri telah membeli pilar hidran tersebut, sehingga pekerjaan fisik yang tersisa kini berfokus pada penyambungan pipa bawah tanah ke saluran air bersih kota.
Jaringan pipa hidran bawah tanah ini berfungsi vital sebagai penyedia pasokan air bertekanan tinggi tanpa batas yang terhubung langsung ke pipa utama.
Dengan infrastruktur ini, relawan maupun petugas pemadam tidak perlu lagi membuang waktu mondar-mandir mengisi ulang tangki armada, melainkan cukup menyambungkan selang langsung ke pilar terdekat untuk memadamkan api, terutama di kawasan gang sempit yang sulit ditembus kendaraan besar.
Berdasarkan data dari Disdamkarmat Kota Samarinda, sepanjang tahun lalu tercatat sebanyak 185 kejadian kebakaran yang didominasi oleh area permukiman warga akibat korsleting listrik.
Kerentanan tersebut berlanjut pada tahun ini, dimana hingga bulan Juli saja telah terjadi 133 kasus kebakaran di ibu kota Kaltim tersebut.
Tingginya angka kejadian ini menjadikan sinergi pengadaan infrastruktur hidran antara Pemkot dan kelompok relawan sangat krusial, demi mempercepat waktu tanggap penanganan serta meminimalisasi risiko korban jiwa di lapangan.
Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.