Pemkot Palu uji fungsi peringatan dini tsunami secara periodik
Senin, 27 Juli 2026 18:32 WIB
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, memperkuat upaya mitigasi bencana dengan mengoptimalkan sistem peringatan dini tsunami. ANTARA/HO-BPBD Kota Palu
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus melakukan uji fungsi sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) secara berkala guna memastikan perangkat berfungsi dengan baik serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir menghadapi potensi bencana.
“EWS tsunami adalah sebuah teknologi yang bersifat elektrifikasi kelistrikan. Maka alat ini terus harus dipanaskan. Tetapi dalam konteks kami, namanya uji fungsi atau uji coba,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly Tampubolon di Palu, Senin.
Ia mengatakan uji fungsi dilakukan untuk memastikan kesiapan perangkat, sekaligus menguji keandalan sistem sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di Kota Palu.
Menurut dia, uji fungsi EWS dilakukan setiap tanggal 26 pada bulan berjalan. BPBD melaksanakan uji coba sirene peringatan dini tsunami di tiga titik wilayah pesisir Kota Palu, yakni Talise, Silae, dan Lere, yang memiliki risiko tinggi terhadap ancaman tsunami, guna memastikan seluruh perangkat EWS beroperasi dengan baik.
Ia menjelaskan tiga perangkat EWS di wilayah Talise, Lere, dan Silae, pengelolaannya berbasis masyarakat. Sedangkan satu perangkat lainnya berada di Taman GOR yang merupakan fasilitas kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Perangkat EWS berbasis masyarakat dikelola oleh warga yang telah mendapatkan pelatihan dan mendapatkan kewenangan melalui kelompok masyarakat tangguh bencana.
“Karena dari BNPB kepada BPBD, kemudian BPBD menghibahkan kepada masyarakat. Itu sebabnya masyarakat harus benar-benar awas dan cermat dalam menyalakan EWS sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu pengujian perangkat EWS di Taman GOR dilakukan bersama BMKG melalui pusat kendali lembaga tersebut, karena fasilitas itu merupakan milik BMKG, sedangkan BPBD berperan melakukan pendampingan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan EWS bekerja menggunakan teknologi satelit dan mampu menjangkau hingga radius sekitar dua kilometer dalam kondisi tenang.
Peringatan dini tsunami memiliki tiga tingkatan, yakni Waspada, Siaga, dan Awas, sesuai dengan potensi ancaman tsunami yang terdeteksi. Sirene akan berbunyi berdasarkan tingkat bahaya, sementara masyarakat tetap diarahkan melakukan evakuasi hingga situasi dinyatakan aman.
Ke depan, kata dia, BPBD Kota Palu berupaya memperkuat sistem peringatan dini agar dapat menjangkau seluruh wilayah pesisir, sehingga kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman tsunami semakin meningkat.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026