Pemkot Makassar juga menyiapkan intervensi lain melalui pembangunan sumur bor konvensional di sejumlah kawasan

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD Kota Makassar melakukan pendistribusian air bersih dan mencatat permintaan distribusi air telah mencapai 50 titik dan telah menjangkau ribuan kepala keluarga (KK).

"Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju ke angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih," kata Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Rabu.

Dia menekankan langkah tersebut penting dilakukan karena tekanan air PDAM mengalami penurunan selama musim kemarau. Sehingga kebutuhan air bersih masyarakat terus mengalami peningkatan.

Dari PDAM, kata dia, sudah memberikan pelayanan kepada para pelanggan maupun non pelanggan melalui mobil tangki PDAM yang disediakan karena tekanan air lagi turun di musim kemarau ini.

Baca juga: Gubernur: Kebutuhan air bersih mendesak bagi warga terdampak gempa

Di sisi lain, Pemkot Makassar mengoptimalkan keberadaan sistem penyediaan air minum (SPAM) yang menjadi salah satu bagian penting dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat. termasuk fasilitas yang sedang dalam proses pembangunan maupun yang tengah menjalani pemeliharaan.

Munafri mengatakan optimalisasi dilakukan untuk memastikan sumber-sumber air yang tersedia dapat didistribusikan secara maksimal kepada masyarakat.

"Dari Dinas PU melalui SPAM yang dibangun, ada juga dalam proses pembangunan, ini kita akan optimalisasi dengan baik, memastikan bahwa seluruh sumber air ini bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat," jelasnya.

Selain mengandalkan distribusi mobil tangki dan SPAM, Pemkot Makassar juga menyiapkan intervensi lain melalui pembangunan sumur bor konvensional di sejumlah kawasan.

Baca juga: MHU sebut kolam pascatambang sediakan air bersih bagi 582 keluarga

Langkah tersebut dilakukan bersama tokoh masyarakat untuk mempercepat penyediaan sumber air sekaligus membangun titik-titik penampungan seperti tandon.

Munafri menilai keberadaan tandon menjadi penting agar distribusi air tidak hanya terpusat di satu lokasi. Dengan semakin banyak titik penampungan, masyarakat diharapkan tidak perlu bergerak terlalu jauh untuk mendapatkan air.

"Kita akan melakukan intervensi melalui tokoh-tokoh masyarakat dengan membangun sumur bor yang lebih cepat, sumur bor konvensional, untuk segera memberikan pola penyaluran air dan tempat-tempat penampungan seperti tandon," ungkapnya.

pembangunan sumur bor konvensional tidak selalu berhasil. Kondisi air yang ditemukan di sejumlah lokasi pun dapat berbeda, termasuk adanya sumur yang menghasilkan air berwarna hitam atau berbau.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam pencarian sumber air melalui sumur bor konvensional. Kendati, terdapat pula sumur bor yang berhasil memberikan pasokan air meski dibangun dengan kedalaman relatif pendek.

Baca juga: Kejati Maluku tahan eks Kadis PUPR kasus air bersih Haruku

Pewarta: Nur Suhra Wardyah
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.