Madiun (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Jawa Timur menyalurkan bantuan pupuk sebanyak puluhan ribu kilogram untuk puluhan kelompok tani guna memperkuat produktivitas petani pada musim tanam tahun 2026.
"Bantuan pupuk kali ini tujuannya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, hasil produksi pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah," ujar Kepala DKPP Kota Madiun Jemakir dalam keterangannya di Madiun, Kamis.
Menurutnya penyaluran bantuan pupuk berlangsung selama satu pekan ke depan untuk menjangkau seluruh kelompok tani penerima di Kota Madiun.
Bantuan yang diberikan terinci berupa 54.615 kilogram pupuk NPK dan 24.200 kilogram pupuk hayati yang disalurkan ke petani anggota dari 34 kelompok tani berbadan hukum Indonesia (BHI) yang telah terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Sesuai data pupuk NPK berperan sekali dalam fase generatif tanaman padi, yaitu saat pembentukan dan pengisian bulir. Dengan demikian diharapkan kualitas dan jumlah hasil panen meningkat secara signifikan.
DKPP menilai upaya tersebut penting dilakukan karena pertanian di Kota Madiun dihadapkan dengan tantangan luas lahan yang terbatas, yakni saat ini tercatat mencapai sekitar 813,97 hektare.
Jemakir menambahkan sebagai wujud tata kelola yang akuntabel dan transparan dalam penyaluran, juga dilaksanakan pemeriksaan barang hasil pengadaan di Terminal Kargo Kota Madiun bersama Tim Pendamping Hukum Kejaksaan Negeri Kota Madiun. Hal itu guna memastikan bantuan sesuai spesifikasi dan siap disalurkan kepada penerima manfaat.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan kelompok tani, lanjutnya diharapkan penyaluran bantuan pupuk dapat berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani di Kota Madiun.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.