Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur meningkatkan edukasi dan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan influenza tipe A seiring adanya peningkatan kasus yang terpantau melalui sistem surveilans kesehatan.

Kepala Bagian Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri Erwanto mengatakan pemantauan kasus ISPA dilakukan secara berkala melalui petugas surveilans di puskesmas dan rumah sakit.

"Petugas surveilance yang ada di puskesmas dan rumah sakit secara aktif memantau dan melaporkan kepada kami. Dari laporan tersebut, kami bisa melihat rekap kasus mulai minggu ke-31 sampai minggu ke-38 dan memang ada peningkatan," katanya di Kediri, Selasa.

Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Kota Kediri, jumlah kasus ISPA pada minggu ke-31 tercatat 643 kasus dan meningkat menjadi 1.514 kasus pada minggu ke-38.

Meski mengalami peningkatan, kondisi tersebut masih dalam koridor relatif normal jika dibandingkan dengan kejadian pada periode yang sama pada 2025.

Erwanto mengatakan Dinas Kesehatan Kota Kediri juga telah menerima surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus influenza tipe A. Surat tersebut ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama rumah sakit dan puskesmas melalui Sistem Kewaspadaan Dini (SKD).

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Kediri juga menerbitkan surat edaran kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kota Kediri terkait kewaspadaan terhadap ISPA untuk selanjutnya diteruskan ke sekolah-sekolah.

Sekolah, kata dia, menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena merupakan tempat berkumpulnya banyak orang sehingga berpotensi menjadi lokasi penyebaran penyakit.

Untuk itu, sekolah diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta melakukan pemantauan terhadap kemungkinan peningkatan kasus influenza tipe A.

"Kami meminta bantuan guru dan orang tua untuk ikut memantau. Apabila terdapat kasus di sekolah, diharapkan bisa segera diinformasikan kepada puskesmas atau Dinas Kesehatan sehingga dapat ditindaklanjuti," kata Erwanto.

Ia mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi perkembangan kasus influenza tipe A dan ISPA, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Dokter konsultan Sobat Dokter Kota Kediri, dr Enrico Kuswahyuliawan menjelaskan ISPA merupakan kelompok penyakit yang menyerang saluran pernapasan, sedangkan influenza tipe A merupakan salah satu penyakit akibat virus yang termasuk dalam kelompok ISPA.

"ISPA itu merupakan suatu kelompok penyakit, bukan hanya satu penyakit. Sedangkan influenza tipe A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan menjadi salah satu bagian dari ISPA. Jadi, kalau menderita ISPA belum tentu menderita influenza tipe A, tetapi kalau menderita influenza tipe A sudah pasti termasuk ISPA," jelasnya.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.