Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mengerahkan 135 mahasiswa dari dua perguruan tinggi untuk membantu mengatasi kekurangan guru di sekolah negeri melalui Program Mahasiswa Mengajar Tahun Ajaran 2026/2027.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat meluncurkan program tersebut di Graha Pakuan Siliwangi, Universitas Pakuan, Bogor, Senin, mengatakan program itu menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah keterbatasan jumlah tenaga pendidik.
"Program ini adalah salah satu solusi cepat dari Pemerintah Kota Bogor bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Bogor, khususnya Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun, dalam menyikapi terjadinya kekurangan guru mengajar," ujar dia.
Ia menjelaskan pengadaan guru aparatur sipil negara menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), sehingga pemerintah daerah perlu menghadirkan solusi sementara melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Selain membantu sekolah yang mengalami kekurangan guru, katanya, program tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung sebelum memasuki dunia kerja.
"Kalau biasanya di ranah teori, sekarang langsung praktik bagaimana menghadapi siswa, menghadapi mata pelajaran, dan mempersiapkan pembelajaran. Dampaknya anak-anak juga menerima masukan yang lebih variatif," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan Kota Bogor saat ini masih membutuhkan sekitar 650 guru di sekolah negeri.
Sebelumnya, kebutuhan guru mencapai sekitar 850 orang, namun berkurang setelah pemerintah pusat mengangkat 200 guru melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sebanyak 135 mahasiswa peserta program akan bertugas membantu kegiatan belajar mengajar selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026, di 22 sekolah menengah pertama negeri dan 63 sekolah dasar negeri.
"Mahasiswa ini akan membantu mengajar selama enam bulan. Meski program ini tidak permanen, tetapi menjadi solusi cepat untuk menangani masalah kekurangan guru," ujar dia.
Ia menjelaskan para peserta berasal dari berbagai program studi, antara lain Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), pendidikan sekolah menengah, matematika, ilmu pengetahuan alam, bahasa, dan bidang lain yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.