Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesejahteraan sosial melalui percepatan digitalisasi data perlindungan sosial dan penguatan program prioritas daerah.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Selasa, meminta jajaran Dinas Sosial memfokuskan pelaksanaan program perlindungan sosial (perlinsos) agar bantuan sosial tepat sasaran serta penanganan masalah kesejahteraan sosial didukung pendataan yang akurat.
"Saya ingin semuanya fokus terhadap perlinsos agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, kemudian persoalan kesejahteraan sosial harus didata by name by address sehingga setiap masalah memiliki solusi yang jelas dan terukur," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, pada 2025 terdapat 53.309 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Dari jumlah tersebut, 51.962 orang atau sekitar 97,47 persen telah memperoleh layanan dan bantuan sosial, sedangkan sisanya masih menjadi sasaran penguatan intervensi melalui kolaborasi pemerintah daerah dan para mitra sosial.
Badan Pusat Statistik mencatat persentase penduduk miskin di Kabupaten Sumedang pada 2025 sebesar 8,81 persen atau sekitar 105,82 ribu jiwa, menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas pelayanan sosial menjadi salah satu langkah untuk terus menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya ingin Dinas Sosial terus menjaga kinerjanya. Gerak cepat, gerak bersama, dan garap setiap potensi online yang ada. Masyarakat harus mengetahui apa yang sudah kita kerjakan sehingga tidak muncul prasangka karena kurangnya informasi," katanya.
Dalam kesempatan itu, Dinas Sosial juga memaparkan sejumlah program prioritas, di antaranya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat yang perkembangan telah mencapai hampir 90 persen.
Pengembangan tersebut meliputi Program Lansia Simpati hingga tingkat kecamatan, serta usulan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus penanganan PPKS agar pelayanan sosial dapat dilakukan lebih cepat, terpadu, dan profesional.
Menghadapi musim kemarau, ia menginstruksikan seluruh jaringan sosial mulai dari puskesos, TKSK, PKH hingga Tagana memperkuat deteksi dini terhadap potensi kekeringan dan kerawanan pangan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, Baznas, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Saya tidak ingin ada satu pun masyarakat Sumedang yang kelaparan. Jangan sampai menunggu viral baru ditangani. Begitu ada warga kesulitan pangan atau air bersih, segera laporkan dan bergerak bersama menghadirkan solusi," katanya.
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.