Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendukung terbentuknya Kompi Produksi Komando Distrik Militer (Kodim) 0816/Sidoarjo guna memperkuat program ketahanan pangan nasional di wilayah setempat.

Bupati Sidoarjo Subandi, dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Kamis, menyatakan bahwa pembangunan Kompi Produksi Kodim 0816/Sidoarjo akan didirikan di lahan seluas tujuh hektar milik TNI AD, di persawahan Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

"Program Kompi Produksi Kodim 0816/Sidoarjo ini luar biasa, sehingga kami sebagai pemimpin daerah tentu akan memberikan dukungan. Rencananya pembangunan akan dilaksanakan mulai bulan ini," kata Subandi.

Subandi mengatakan Kompi Produksi merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional sehingga diperlukan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pihak terkait.

Ia menyatakan masih terdapat banyak lahan luas di Kabupaten Sidoarjo yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program tersebut dengan pengelolaan yang baik guna memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Komandan Kodim 0816/Sidoarjo Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Abraham Prihadi mengatakan Kompi Produksi akan memiliki lima sektor, yakni pertanian, peternakan, perikanan, konstruksi, dan kesehatan.

Abraham menjelaskan, masing-masing sektor akan dikembangkan dalam konsep peleton, meliputi Peleton Pertanian, Peleton Peternakan, Peleton Perikanan, Peleton Konstruksi, serta Peleton Kesehatan.

Dirinya menyatakan, Kompi Produksi akan melibatkan masyarakat dalam memanfaatkan lahan guna mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Kompi Produksi nantinya tidak hanya dijalankan oleh anggota TNI, tetapi juga melibatkan dan memberdayakan masyarakat, termasuk dalam budidaya hewan ternak produktif," kata Abraham.

Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.