Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memberikan penghargaan kepada 5.268 pendonor darah sukarela dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).
Bupati Sidoarjo Subandi, dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Sabtu, menyatakan PMI memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, terutama untuk memenuhi kebutuhan darah dalam kondisi kritis seperti bencana dan kecelakaan.
"Terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor yang telah memberikan sumbangsih kemanusiaan, donor anda semua sangat berarti untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan," kata Subandi.
Ia menyatakan, penghargaan diberikan kepada pendonor aktif yang telah menyumbangkan darah mulai 10 hingga 125 kali sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi kemanusiaan mereka.
Dirinya mengajak para pendonor untuk terus memberikan dukungan kepada PMI karena keberadaan relawan yang sehat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan donor darah.
Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo akan terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui penguatan fasilitas rumah sakit dan puskesmas.
"Dukungan terhadap PMI diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo," kata Subandi.
Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Sidoarjo Andjar Surjadianto mengatakan kebutuhan darah terus meningkat seiring bertambahnya pelayanan kesehatan, dengan kebutuhan mencapai sekitar 58 ribu kantong pada 2024 dan 57.750 kantong pada 2025.
Ia menjelaskan donor darah secara rutin dapat dilakukan hingga lima kali dalam setahun atau sekitar dua bulan sekali sambil tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan ketentuan medis yang berlaku.
“Semoga semakin banyak warga yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sehingga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo,” kata Andjar.
Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.