REPUBLIKA.CO.ID, SERANG, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, menargetkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Serang Berkah Mandiri (SBM) dapat lebih optimal. Target ini dicanangkan usai ditetapkannya jajaran direksi baru melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Jumat (25/9/2026). Optimalisasi kinerja ini diharapkan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Serang.
Wakil Bupati (Wabup) Serang, Muhammad Najib Hamas, menyatakan bahwa perombakan jajaran direksi merupakan langkah strategis untuk pembenahan BUMD milik Pemkab Serang. Ia berharap momentum RUPS ini menjadi titik awal kebangkitan PT SBM.
"Kami mengharapkan dengan hasil RUPS ini menjadi titik awal untuk pembenahan BUMD khususnya PT SBM. Mudah-mudahan kinerja ke depan semakin lebih baik, untuk kemaslahatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang," ujar Wabup Najib dalam keterangannya di Serang, Sabtu.
Susunan Direksi Baru PT SBM
Adapun susunan tiga jajaran dewan direksi PT Serang Berkah Mandiri untuk masa periode 2026-2031 yang baru ditetapkan adalah Jajang Herawan sebagai Direktur Utama, Fajar Kharisma sebagai Direktur Operasional, dan Ony Syukroni sebagai Direktur Keuangan. Sementara itu, posisi Komisaris PT SBM dijabat oleh Nasrul Ulum.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Serang, Febriyanto, menambahkan bahwa pihaknya berharap para direksi yang baru dapat terus bersinergi dan berkolaborasi. Fokus utama mereka adalah menghidupkan kembali lini bisnis perusahaan untuk menggali potensi pendapatan daerah.
"Tentunya untuk menggali potensi-potensi ekonomi yang ada di wilayah Kabupaten Serang. Intinya untuk meningkatkan pemasukan PAD di Kabupaten Serang itu sendiri," tegas Febriyanto.
Kajian Penyertaan Modal
Terkait rencana penyertaan modal untuk BUMD tersebut, Febriyanto memastikan bahwa hal itu masih dalam tahap pengkajian. Pembahasan lebih lanjut akan dilakukan dalam forum resmi pemerintah daerah.
"Sementara ini kita sedang kaji, kita sedang bahas nanti insya Allah kita bahas di rapat TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah)," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama baru PT SBM, Jajang Herawan, mengungkapkan strategi bisnis ke depan. Pihaknya akan bergerak mengontrol usaha di beberapa bidang, salah satunya pengembangan di sektor maritim. Untuk mendukung rencana tersebut, kantor operasional akan ditempatkan di wilayah pesisir.
"Kita juga akan berkantor di wilayah pesisir di Bojonegara," ujar Jajang.
Menanggapi isu penyertaan modal, Jajang menegaskan bahwa saat ini perusahaan belum memerlukan suntikan dana segar. Ia lebih memprioritaskan pemanfaatan sektor kemitraan yang sudah ada agar perusahaan bisa segera beroperasi dan menghasilkan dividen.
"Yang penting SBM bisa mendapatkan dulu deviden dan bisa berjalan. Kalau perlu penyertaan modal lagi, kita menunggu lama lagi SBM untuk kita jalan ke depan," pungkasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara