Pemkab Pekalongan: Penggunaan pompa PLTS bantu dukung petani atasi dari kekeringan
Selasa, 11 Agustus 2026 19:52 WIB
Petani sedang memperisapkan akan memanen padi pada musim kemarau di Pekalongan, belum lama ini. (ANTARA/HO-Humas Pekalongan)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menilai penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mendukung irigasi pertanian petani dari ancaman kekeringan dan menghemat biaya operasional.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan Sutanto di Pekalongan, Selasa, mengatakan salah satu keunggulan pompa tenaga surya ini adalah tidak membutuhkan bahan bakar seperti solar.
"PLTS memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik yang digunakan dalam pengoperasian pompa. Tentunya, keberadaan PLTS bisa mendukung irigasi pertanian memberikan manfaat bagi petani," katanya.
Pihaknya telah mereplikasi teknologi tersebut di Desa Panjernom, Kecamatan Bojong.
"Untuk PLTS ini yang dibantu dari Pak Gubernur Jateng sangat bermanfaat. Alhamdulillah, juga untuk Kabupaten Pekalongan sudah mereplikasi di Desa Panjernom, Kecamatan Bojong," katanya.
Selain pemanfaatan PLTS, pihaknya juga mendorong petani melakukan perbaikan jaringan irigasi untuk mengantisipasi ancaman kekeringan di musim kemarau sekarang ini.
Ia mengatakan jaringan irigasi yang rusak dapat diupayakan untuk diperbaiki melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan dukungan pemerintah pusat.
"Oleh karena itu kami mendorong para petani mengakses kegiatan jaringan irigasi. Jaringan irigasi yang rusak ini bisa kita perbaiki. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengairan pertanian sekaligus menjaga produktivitas lahan sawah," katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul mengatakan pompa air PLTS untuk kelompok tani akan memberikan manfaat besar bagi petani karena lebih hemat energi, biaya operasional, maupun perawatan.
"Kami berharap bantuan serupa dapat diberikan secara berkelanjutan dan diperluas ke desa maupun kecamatan lain yang membutuhkan. Ini merupakan teknologi yang terbaru yang hemat energi, hemat biaya, dan hemat perawatan," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.