Pemkab Pati siapkan belanja tidak terduga Rp20 miliar untuk atasi kekeringan

Jumat, 2 Oktober 2026 20:21 WIB

Image Print

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat pelepasan truk tangki pengangkut air bersih untuk didistribusikan kepada desa terdampak kekeringan. ANTARA/HO. Pemkab Pati.

Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp20 miliar untuk menangani bencana kekeringan yang saat ini jumlah desa terdampak bertambah menjadi 62 desa di enam kecamatan.

"Saat ini jumlah desa terdampak memang bertambah menjadi 62 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Pati. Mudah-mudahan anggaran BTT sebesar Rp20 miliar nantinya mencukupi," kata Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Pati, Jumat.

Chandra mengatakan penanganan kekeringan dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai unsur. Bantuan air bersih, di antaranya terus disalurkan BPBD Kabupaten Pati, Baznas, PMI, Bank Jateng, Bank Daerah Pati, dan PDAM.

Ia mengungkapkan distribusi air bersih terus dilakukan. Bahkan, banyak pihak yang turut membantu.

Sebelumnya, kata dia, ada 30 truk tangki yang dikirimkan daerah terdampak sebagai bakti sosial Pemkab Pati bersama Lanal Semarang dan Lindu Aji.

Dengan penyaluran itu, bantuan air bersih dari Lindu Aji ke wilayah Pati telah mencapai hampir 140 tangki.

“BTT kita sangat mencukupi untuk penanganan kekeringan tahun ini, karena ada penambahan. Pati ini tidak hanya kekeringan, nanti kita waspadai juga untuk musim hujan,” ujarnya.

Kepala pelaksana harian BPBD Pati Budi Martinus menambahkan saat penetapan status tanggap darurat bencana kekeringan, jumlah desa terdampak 40 desa, kemudian bertambah menjadi 48 desa dan kini mencapai 62 desa.

"Sejauh ini, kebutuhan air bersih untuk semua desa terdampak kami penuhi," ujarnya.

Armada truk tangki yang disiapkan sebanyak lima armada, setiap armada mampu menyuplai antara empat hingga lima lokasi, sehingga total sehari bisa dioptimalkan hingga 25 kali pengiriman air bersih.

Ia berharap dalam kondisi kesulitan air bersih, warga juga tidak sembarangan membakar sampah, termasuk lahan tanaman tebu yang selesai dipanen.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.