Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memastikan seleksi bakal calon wali nagari atau kepala desa melalui sistem tes berbasis komputer (computer based test/CBT) berlangsung transparan, objektif, dan bebas intervensi.
"Sistem CBT menjadi tahapan penting untuk menentukan lima peserta terbaik bakal calon wali nagari di masing-masing nagari. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh hasil terbaik berdasarkan kemampuan masing-masing," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat Doddy San Ismail saat meninjau pelaksanaan ujian CBT di SMK Negeri 1 Pasaman, Sabtu.
Ia menegaskan ujian yang dilakukan tidak ada satu pun permainan.
"Kami bisa menyaksikan setiap jawaban yang bapak dan ibu jawab. Semuanya disaksikan secara langsung," tegasnya.
Ia menjelaskan ujian dilaksanakan dengan sistem pemantauan langsung. Setiap peserta diberikan waktu 90 menit untuk menyelesaikan 100 soal.
Peserta diminta memanfaatkan waktu secara efektif, berkonsentrasi, serta menjawab berdasarkan pengetahuan dan kemampuan sendiri.
"Hari ini kita melaksanakan sesi pertama untuk bapak dan ibu yang nantinya akan mengikuti proses seleksi untuk menentukan lima besar sebagai calon wali nagari di nagari masing-masing," ujarnya.
Untuk menjaga objektivitas, panitia menyiapkan sekitar 1.000 variasi soal yang digunakan dalam beberapa sesi.
Materi soal dibuat berbeda pada setiap sesi sehingga peserta tidak mudah mengetahui keseluruhan soal yang diujikan.
Doddy meminta peserta tidak terpengaruh informasi dari luar yang dapat mengganggu konsentrasi.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti ujian dengan serius, jujur, dan bertanggung jawab serta menerima hasil sebagai bagian dari proses seleksi.
Bupati Pasaman Barat Yulianto juga ikut meninjau langsung pelaksanaan ujian CBT tersebut di SMK Negeri 1 Pasaman Barat.
Yulianto mengatakan Pemkab Pasaman Barat melaksanakan pemilihan wali nagari serentak untuk memastikan setiap nagari memiliki wali nagari definitif.
Menurutnya, keberadaan wali nagari definitif sangat penting agar roda pemerintahan nagari dapat berjalan lebih optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.
Ia berharap seluruh tahapan pemilihan wali nagari dapat berjalan dengan baik, transparan dan sesuai aturan yang berlaku serta mendapat dukungan dari seluruh masyarakat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Pasaman Barat Syaikhul Putra mengatakan seleksi CBT diikuti 147 peserta dari 22 nagari.
Ia mengatakan ujian dilaksanakan dalam lima sesi selama dua hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Pengaturan sesi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib dan penggunaan fasilitas komputer berlangsung optimal.
"Hasil CBT akan menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan peserta yang masuk lima besar untuk mengikuti proses pencalonan wali nagari di wilayah masing-masing," ujarnya.
Ujian CBT dilaksanakan bagi nagari yang jumlah pelamarnya lebih dari lima orang. Pemilihan wali nagari akan dilakukan pada 87 nagari yang saat ini masih dijabat penjabat dari aparatur sipil negara.