Pemkab Natuna hadirkan sejumlah dokter layani CKG di Kelarik

Kamis, 20 Agustus 2026 20:54 WIB

Image Print

Petugas saat mengukur lingkar perut dan tinggi badan warga di Kelarik pada Kamis (20/8/2026), saat kegiatan CKG . ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menghadirkan lima dokter dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kelarik, sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Bupati Natuna Cen Sui Lan di Natuna, Kamis, mengatakan para dokter tersebut berasal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna. Dokter yang di bawa meliputi spesialis jantung, residen bedah, kandungan, mata, serta anak

Kehadiran dokter spesialis dalam kegiatan CKG menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan akses untuk mendapatkan pemeriksaan medis seperti di Kelarik.

"Kita berupaya agar masyarakat memeriksakan kondisi tubuhnya, guna mendeteksi dini penyakit agar bisa ditangani," ucapnya.

Kelarik merupakan desa di Kecamatan Bunguran Utara, untuk menuju daerah ini membutuhkan waktu 1,5 jam menggunakan transportasi darat.

Meski di wilayah itu terdapat puskesmas, dokter yang tersedia tidak selengkap di RSUD, karena merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

"Kita sengaja membawa dokter spesialis, agar keluhan dapat langsung diperiksa oleh ahli masing-masing bidang dan akan dirujuk apabila perlu layanan lanjutan," katanya.

Dokter anak saat memeriksa kesehatan pasien di Kelarik, pada Kamis (20/8/2026) dalam rangka kegiatan CKG. ANTARA/Muhamad Nurman

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kelarik Ameri Yahya mengatakan jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan CKG mencapai tidak kurang dari 80 orang.

Menurut dia, jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan kunjungan harian masyarakat ke Puskesmas Kelarik yang rata-rata belum mencapai 10 orang per hari.

"Jumlah peserta saat ini melebihi kunjungan di Puskesmas. Bahkan, masyarakat yang datang ke puskesmas biasanya bukan untuk melakukan pemeriksaan ketika kondisi tubuh sehat, melainkan setelah merasakan adanya keluhan," katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan CKG di luar ruangan pada momen tertentu memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan.

Oleh karena itu, menurut dia, kegiatan CKG di luar gedung akan terus diperluas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai upaya mendeteksi penyakit sejak dini.

"Dalam memperluas cakupan layanan, kami juga akan mengerahkan tenaga kesehatan di puskesmas pembantu (pustu). Dalam waktu dekat, petugas pustu akan diberikan pelatihan terkait penginputan data peserta CKG agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal," ujarnya.

Pewarta : Muhamad Nurman
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.