Pemkab Natuna bagikan masker untuk warga terpapar kabut asap
Kamis, 10 September 2026 18:38 WIB
Penyaluran masker kepada warga di Desa Batubi Jaya, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (10/9/2026). ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, membagikan masker kepada masyarakat di Kecamatan Bunguran Batubi, salah satu wilayah yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Bupati Natuna Jarmin di Natuna, Kamis, mengatakan Kecamatan Bunguran Batubi telah mengalami kebakaran selama tidak kurang dari sepekan.
Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di kecamatan itu diselimuti kabut asap.
Pemberian masker dalam rangka meminimalkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pembagian masker dilakukan di Desa Batubi Jaya bersamaan dengan penyaluran bantuan pangan berupa beras.
Pemkab Natuna memanfaatkan momentum tersebut karena jumlah penerima bantuan mencapai 186 orang.
Masker tidak hanya diberikan kepada penerima bantuan pangan, tetapi juga kepada anak-anak serta seluruh tamu dan masyarakat yang berada di lokasi kegiatan.
"Kita imbau masyarakat untuk menjaga hutan dan lahan dengan tidak membuka untuk keperluan bertani atau lainnya dengan cara dibakar," ucapnya.
Terkait dengan kebakaran yang terjadi, Jarmin mengatakan, pemerintah masih melakukan penanganan.
Ia menduga kebakaran tersebut disebabkan oleh ulah manusia.
Ia menjelaskan Kecamatan Bunguran Batubi merupakan salah satu wilayah dengan luasan lahan terbakar yang cukup besar.
Hingga saat ini, sejumlah bekas kebakaran masih mengeluarkan asap karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Kondisi tersebut diduga membuat api di bawah permukaan tanah belum sepenuhnya padam.
Pemkab Natuna telah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api dengan melibatkan TNI, Polri, instansi terkait, serta masyarakat.
“Berkat kolaborasi itu api bisa dikendalikan, akan tetapi asap masih bermunculan dan menyebabkan udara tidak sehat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan penggunaan masker penting dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko partikel asap masuk ke saluran pernapasan.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap.
"Selain disini masker juga sudah disalurkan di wilayah lain oleh puskesmas di masing-masing tempat," katanya.
Menurut dia, paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu kesehatan apabila terjadi dalam waktu yang cukup lama.
Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi tubuh selama berada di wilayah terdampak.
"Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, tenggorokan terasa sakit, atau gejala lain yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap," katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.