Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah, fokus meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pendekatan humanis agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan medis, tetapi juga merasa diterima dan dilayani dengan baik.

Sekda Kabupaten Nabire Yulianus Passang, di Nabire, Kamis, mengatakan pelayanan kesehatan perlu mengutamakan pendekatan sosial kepada pasien sebelum memberikan pelayanan medis.

"Kalau kita di puskesmas, bukan hanya pelayanan medis yang diutamakan, tetapi pelayanan sosial dulu. Begitu pasien datang, yang dibutuhkan adalah sapaan, ucapan, dan senyuman agar masyarakat merasa disambut dan dilayani dengan baik," katanya.

Ia mengatakan, pelayanan medis yang tidak dibarengi pendekatan sosial dapat membuat masyarakat menilai pelayanan yang diberikan belum maksimal meskipun telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Oleh karena itu, ia meminta tenaga kesehatan melayani masyarakat dengan sukacita dan hati nurani sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Nabire.

Ia menyampaikan hal itu setelah melakukan monitoring di Puskesmas Siriwini pada Rabu (22/7), sebagai bagian dari pemantauan langsung terhadap pelayanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.

Ia mengatakan monitoring langsung diperlukan untuk melihat kesesuaian antara pelaksanaan pelayanan di lapangan dan koordinasi yang selama ini dilakukan melalui laporan maupun komunikasi dengan perangkat daerah.

"Setelah saya turun langsung, saya mengambil kesimpulan bahwa memang perlu sekali kita turun untuk melaksanakan monitoring, sekaligus berkenalan dengan semua petugas di puskesmas," ujarnya.

Menurut dia, pelayanan kesehatan dan pendidikan menjadi sektor yang harus mendapat perhatian serius karena berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Nabire akan terus melakukan evaluasi dan monitoring terhadap kinerja OPD, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan, untuk memastikan pelayanan publik terus mengalami perbaikan.

Saat ini Kabupaten Nabire memiliki 32 puskesmas, dan untuk puskesmas yang berada di wilayah kota secara umum dinilai baik oleh masyarakat.

"Walaupun sudah bagus, akan terus kita tingkatkan agar semakin prima," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat dan media turut memberikan masukan terhadap pelayanan kesehatan secara objektif dengan membedakan antara pelanggaran SOP dan aspek pendekatan sosial dalam pelayanan.

Pemerintah Kabupaten Nabire, kata dia, akan terus mengevaluasi pelayanan publik dari waktu ke waktu agar kehadiran pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.