Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah (Malteng) memasok air bersih bagi ribuan warga di Pulau Ay, Pulau Sjahrir, dan Pulau Run, Kecamatan Kepulauan Banda, yang mengalami krisis air akibat kekeringan dalam tiga bulan terakhir.
“Kami sudah kerahkan PDAM untuk memasok bantuan air bersih kepada warga di sana,” kata Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir melalui keterangan tertulis diterima di Ambon, Maluku, Jumat.
Pemkab Maluku Tengah telah mengerahkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memasok kebutuhan air bersih kepada warga di tiga pulau tersebut.
Dia mengatakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku juga telah turun ke lapangan untuk memasok air bersih bagi warga terdampak. Sejumlah anggota DPRD turut memberikan bantuan dalam penanganan krisis tersebut.
Ia menjelaskan penanganan krisis air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas sosial.
“BWS juga sudah turun dan action di lapangan, termasuk sejumlah anggota DPRD," ujarnya.
Ia mengungkapkan warga di tiga pulau tersebut selama ini mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak penampungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebab, katanya, ketiga pulau kecil tersebut tidak memiliki sumber air permukaan yang memadai.
“Beberapa bulan ini tidak turun hujan, makanya ketersediaan air mereka habis,” katanya.
Ia menyebut pasokan air bersih yang dilakukan pemerintah dan pihak lainnya saat ini, merupakan langkah jangka pendek mengatasi persoalan tersebut.
Pemkab Maluku Tengah sedang memikirkan solusi permanen agar warga tidak kembali mengalami krisis air saat musim kemarau.
“Untuk jangka panjang, kita juga sedang berpikir agar ke depan mereka punya pengolahan air sendiri, misalnya penyulingan air laut,” ucap Zulkarnain.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.