Mahulu, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur mempercepat penurunan stunting melalui kader pendamping keluarga dalam memberikan edukasi bagi calon pengantin, ibu hamil atau menyusui, deteksi dini masalah, hingga meningkatkan kualitas keluarga.
"Pendampingan sejak dini oleh kader pendamping keluarga merupakan hal sangat penting, sehingga kader harus memiliki kemampuan mengenali kondisi keluarga yang didampingi," ujar Wakil Bupati Mahulu, Suhuk di Ujoh Bilang, Jumat.
Jika kondisi keluarga yang didampingi sudah dikenali, maka akan dapat memberikan edukasi dengan bahasa yang hangat dan mudah dipahami, karena para pendamping sudah mendapat pengetahuan tentang tata cara menyampaikan pesan penting dalam mencegah atau menangani stunting.
Sementara prevalensi stunting di Kabupaten Mahulu pada akhir Februari 2025 tercatat 13,7 persen, menurut data dari sistem aplikasi Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
Sedangkan target yang ditetapkan pemda setempat pada 2026 mampu menurunkan angka prevalensi menjadi 11 persen, sehingga dibutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk mendukung, diantaranya melalui peran aktif kader pendamping keluarga.
Ia menegaskan bahwa sebagai tempat pertama dimulainya pertumbuhan, pembelajaran, dan penataan masa depan, keluarga merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
Sementara dalam upaya meningkatkan kapasitas para kader, Pemkab Mahulu pun telah melakukan beberapa pelatihan, termasuk revitalisasi yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka 'Tanaa Mekaam Jaya' Long Melaham, Mahulu pada Kamis (13/8/26) kemarin.
Ia menyebut bahwa revitalisasi tersebut menjadi sarana untuk memperkuat kemampuan para kader, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan, sehingga dapat mendukung pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang digalakkan BKKBN.
Revitalisasi menjadi penekanan agar pendampingan yang dilakukan para kader tidak hanya pada pencatatan maupun tahapan administratif. Namun para kader diharapkan memastikan keluarga benar-benar memperoleh informasi dan pelayanan yang dibutuhkan keluarga.
Dalam revitalisasi tersebut, para kader mendapat berbagai materi untuk memperkuat kompetensi seperti program Bangga Kencana, pencegahan stunting, penguatan calon pengantin, 1.000 hari pertama kehidupan agar tidak ada bayi lahir stunting, hingga penguatan peran kader.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.