Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menertibkan sejumlah bangunan liar di sepanjang Saluran Irigasi Tambran, Daerah Irigasi (DI) Jejeruk, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, karena mengganggu aliran air.

Koordinator UPT Jejeruk Winarko di Magetan, Senin mengatakan penertiban berupa pembongkaran tersebut merupakan kesepakatan bersama antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Pemkab Magetan, serta pemilik bangunan.

"Kemarin sudah rapat yang melibatkan pengguna, kesepakatannya dibongkar. Ini dibongkar mandiri, tapi dari tenaga BBWS siap membantu," ujar Winarko.

‎‎Meskipun pemilik bersedia membongkar sendiri, Pemkab Magetan melalui dinas terkait juga siap turun tangan membantu pembersihan material bangunan.

Ia menjelaskan bahwa penertiban tersebut dilakukan karena keberadaan bangunan tanpa izin tersebut dinilai mengganggu aliran air. Selain itu, penertiban juga dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan proyek rehabilitasi yang dikerjakan BBWS Bengawan Solo dalam rangka memulihkan aliran air di Daerah Irigasi Jejeruk.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan Muhtar Wakid menambahkan ada sekitar 12 bangunan yang berdiri di atas saluran Irigasi Jejeruk.

"Seluruh bangunan tersebut tidak berizin. Karena mengganggu fungsi irigasi, maka dilakukan penertiban bersamaan dengan pelaksanaan proyek BBWS," katanya.

Adapun, BBWS Bengawan Solo telah menerbitkan surat peringatan (SP) secara bertahap kepada para pemilik bangunan sejak bulan Mei. Surat tersebut ditujukan kepada pemilik bangunan usaha maupun nonusaha yang berada di kawasan saluran irigasi.

Selain itu, pemerintah daerah bersama BBWS juga telah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan pelaksana proyek, konsultan, pihak kelurahan, dan kecamatan untuk membahas tahapan penertiban.

‎Nantinya, setelah seluruh bangunan ditertibkan, pembersihan aliran irigasi tersebut langsung dilakukan. Sesuai target, proyek rehabilitasi Daerah Irigasi Jejeruk dapat selesai pada Oktober 2026.

Sesuai data, Daerah irigasi Jejeruk mempunyai layanan jaringan irigasi pertanian seluas 5.064 hektare terletak di Kecamatan Kawedanan, Magetan, Sukomoro, Maospati, Bendo, Takeran Kabupaten Magetan dan dan sebagian Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Saat ini kondisi jaringan irigasinya dinilai sudah tua yang mengakibatkan banyak kerusakan di beberapa tempat dan pendangkalan saluran, sehingga kinerja jaringan berkurang dan layanan irigasi tidak optimal. Untuk itu, BBWS Bengawan Solo berencana melakukan rehabilitasi yang anggarannya bersumber dari APBN.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.