Pemkab Lampung Selatan perkuat pengentasan kemiskinan lewat Program K3 dan RTLH
Senin, 20 Juli 2026 17:36 WIB
Sekda Lampung Selatan, Supriyanto, saat memimpin rapat koordinasi mingguan bersama jajaran perangkat daerah di Aula Rajabasa, kantor bupati setempat, Senin. ANTARA/Riadi Gunawan
Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui integrasi Program Kebun, Kolam, dan Kandang (K3) dengan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna mendorong kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto mengatakan penerima bantuan RTLH tidak hanya akan memperoleh rumah layak huni, tetapi juga didorong mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri melalui pemanfaatan lahan di sekitar tempat tinggal.
“Harapannya, masyarakat penerima RTLH dapat memenuhi kebutuhan protein dan pangan secara mandiri melalui program Kebun, Kolam, dan Kandang. Program ini juga menjadi upaya mendukung pengentasan kemiskinan, pengendalian inflasi, serta penurunan angka stunting,” kata Supriyanto di Kalianda, Senin.
Ia menjelaskan pembangunan rumah seharusnya menjadi awal peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar menyediakan tempat tinggal.
Karena itu, Pemkab Lampung Selatan mengintegrasikan Program K3 dengan Program Desa Sehat dan bantuan RTLH agar manfaat yang diterima masyarakat lebih berkelanjutan.
Menurut dia, konsep Program K3 dirancang agar setiap keluarga penerima bantuan dapat memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam tanaman pangan, membudidayakan ikan, maupun memelihara ternak sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
Dengan begitu, kata dia bantuan pemerintah tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga mampu meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan nilai ekonomi bagi keluarga penerima.
Untuk mempercepat implementasi program tersebut, Supriyanto meminta Dinas Ketahanan Pangan bersama Dinas Perumahan dan Permukiman segera menyusun desain teknis yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya konsep Program K3 akan disusun dalam beberapa kategori sehingga dapat diterapkan pada berbagai karakteristik lahan yang dimiliki masyarakat.
Selain itu, penyusunan anggaran diminta mengacu pada kebutuhan nyata agar seluruh komponen program benar-benar dapat direalisasikan dan dimanfaatkan secara optimal.
“Jangan pekerjaan berbasis uang, tetapi uang berbasis fungsi. Hitung kebutuhan riil agar kebun, kolam, dan kandang benar-benar dapat dibangun dan dimanfaatkan masyarakat,” ucapnya.
Dia menambahkan konsep Program K3 beserta kebutuhan anggarannya ditargetkan segera rampung sebelum diterapkan pada lokasi percontohan. Selanjutnya, program tersebut akan direplikasi secara bertahap di berbagai wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Melalui integrasi Program K3 dengan bantuan RTLH dan Program Desa Sehat, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap mampu menciptakan keluarga yang tidak hanya memiliki hunian layak, tetapi juga lebih mandiri, produktif, serta memiliki ketahanan pangan yang kuat sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.