Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengoptimalkan pengelolaan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Paciran dan Brondong sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim.
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara di Lamongan, Kamis, mengatakan pengelolaan mangrove dilakukan secara berkelanjutan karena memiliki fungsi strategis sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi serta menjadi habitat berbagai biota laut.
"Pelestarian mangrove terus kami dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, luas kawasan mangrove di Lamongan saat ini mencapai 135,59 hektare yang tersebar di dua kecamatan pesisir, yakni Brondong dan Paciran.
Dari luas itu, lanjut dia, sekitar 114 hektare atau 85 persen kawasan mangrove berada di Kecamatan Brondong yang meliputi Desa Labuhan, Lohgung, Sedayulawas, dan Sidomukti. Sementara 21,59 hektare atau 15 persen berada di Kecamatan Paciran yang tersebar di Desa Tlogosadang, Sidokelar, Kranji, Tunggul, dan Kandangsemangkon.
Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan akan terus memperkuat pengelolaan ekosistem mangrove sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, peningkatan ketahanan kawasan pesisir, serta upaya menghadapi dampak perubahan iklim.
Komitmen pemerintah daerah setempat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir tersebut sebelumnya mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Apresiasi berupa piagam penghargaan tersebut diberikan kepada Kabupaten Lamongan sebagai Pembina Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove pada Festival Mangrove Jawa Timur ke-10, Rabu (29/7) yang digelar di Pantai Panduri Kabupaten Tuban.
Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.