Untuk pembangunan bandara, prosesnya memang tidak sederhana. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk dari sisi teknis dan anggaran
Sangatta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melakukan langkah bertahap dalam memperkuat konektivitas udara sebagai bagian dari visi dan misi Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi.
"Untuk pembangunan bandara, prosesnya memang tidak sederhana. Ada banyak persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk dari sisi teknis dan anggaran. Meskipun saat masih dalam proses perencanaan dan kajian," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Masrianto Suriansyah, di Sangatta, Jum'at (24/7/2026).
Dia mengatakan, salah satu rencana yang tengah dikaji adalah pengembangan Bandara Tanjung Bara di Kecamatan Sangatta Utara.
Pengembangan fasilitas penerbangan tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui berbagai tahapan, mulai dari kajian teknis, pemenuhan regulasi, hingga kesiapan infrastruktur dan pembiayaan.
Ia menjelaskan apabila ke depan Bandara Tanjung Bara dikembangkan untuk melayani penerbangan komersial, maka diperlukan pembangunan landasan pacu (runway) baru yang tidak mengganggu operasional landasan milik perusahaan yang saat ini digunakan.
"Kalau nantinya menjadi bandara komersial, tentu harus ada runway baru. Tidak boleh mengganggu runway perusahaan yang saat ini digunakan," katanya.
Seluruh proses pengembangan masih berada pada tahap perencanaan dan pengkajian dengan mengedepankan aspek keselamatan penerbangan, tata ruang, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya sebagai langkah awal, Pemkab Kutim bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC) juga menjajaki pemanfaatan penerbangan secara terbatas untuk kebutuhan tertentu.
Skema tersebut bukan merupakan pembukaan layanan penerbangan komersial reguler, melainkan bagian dari upaya awal meningkatkan konektivitas udara sambil menunggu hasil kajian dan kesiapan infrastruktur.
Masrianto menilai kebutuhan akses transportasi udara semakin penting seiring meningkatnya aktivitas pemerintahan, investasi, pelayanan publik, hingga sektor pariwisata di daerah yang memiliki wilayah cukup luas.
Karena itu, pemerintah memilih pendekatan bertahap agar seluruh proses pengembangan berjalan sesuai regulasi, memenuhi standar keselamatan penerbangan, serta didukung kesiapan infrastruktur dan pembiayaan.
"Tujuannya tentu untuk memperkuat konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat serta perkembangan investasi dan pariwisata di Kutai Timur. Namun, semuanya tetap harus melalui proses perencanaan dan kajian sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Dia menegaskan bahwa seluruh rencana pengembangan Bandara Tanjung Bara masih dalam tahap kajian dan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi bersama para pemangku kepentingan sebelum memasuki tahap pelaksanaan.
Pewarta: Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.