Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menghadirkan program Gerakan Menanam Boled (Gembol) guna mengembangkan ubi jalar sebagai komoditas pertanian bernilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat dikonfirmasi di Kuningan, Senin, mengatakan pengembangan ubi jalar perlu diarahkan hingga pengolahan dan pemasaran agar komoditas tersebut memberikan nilai tambah bagi petani.
“Boled (ubi jalar) ini prospeknya luar biasa. Korea, Jepang dan negara-negara Asia lainnya sudah mulai melirik makanan yang sehat seperti ubi jalar. Ini peluang yang harus kita manfaatkan,” katanya.
Menurut dia, peluang pengembangan ubi jalar Kuningan terlihat dari produk olahan komoditas tersebut yang pernah ditemuinya dalam festival makanan internasional di Seoul, Korea Selatan.
Ia mengatakan potensi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan pengolahan dan perluasan pasar.
“Percuma jalan bagus, gedung bagus, teknologi maju, kalau kita tidak bisa makan. Intinya pembangunan itu harus mengutamakan ketahanan pangan,” ujarnya.
Dian menilai petani juga perlu memperoleh pengetahuan, teknologi, sarana produksi, kelembagaan, dan akses pemasaran agar pengembangan komoditas pertanian dapat meningkatkan pendapatan mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan Kuningan telah ditetapkan sebagai bagian dari kawasan pertanian nasional berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 02/KPTS/2025.
Pihaknya mendata kawasan tersebut mencakup padi seluas 27.716 hektare, jagung 2.500 hektare, ubi kayu 1.180 hektare, serta ubi jalar 2.530 hektare.
“Kawasan pertanian yang telah ditetapkan harus kita isi dengan produktivitas, inovasi, peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.
Peluncuran Gembol, kata dia, menjadi bagian dari kegiatan demplot pertanian dan penguatan kapasitas petani yang disertai penyerahan bantuan pupuk kepada 300 petani ubi jalar di Kabupaten Kuningan.
Ia mengatakan bantuan sarana produksi tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas usaha tani, sedangkan demplot menjadi sarana bagi petani untuk menerapkan pola budidaya berdasarkan hasil pengujian di lapangan.
Petani Desa Linggamekar, Kecamatan Cilimus, Bangun, mengatakan penerapan pola budidaya dan pemupukan dari demplot meningkatkan hasil ubi jalar di wilayahnya dari sekitar 3,5 ton menjadi 6,3 ton per 100 bata pada musim penghujan.
“Kami berharap bantuan untuk alat pertanian, terutama traktor, karena di tempat kami lahannya ratusan hektare sementara traktornya hanya satu atau dua. Kalau mau menggunakan, harus menunggu cukup lama,” katanya.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.