Kabupaten Kepahiang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Provinsi Bengkulu menerima program peremajaan tanaman (replanting) kopi di sejumlah kebun tua yang mulai menurun hasil panennya dari Kementerian Pertanian RI untuk 350 hektare.
"Kopi adalah komoditas unggulan dan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Sebagian besar masyarakat Kepahiang menopang hidup dan perekonomian keluarga dari berkebun kopi," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Taufik di Bengkulu, Jumat.
Dengan adanya program replanting tersebut, pemerintah kabupaten terus memacu untuk meningkatkan produktivitas sektor perkebunan kopi lokal.
Sebab, saat ini luas lahan perkebunan kopi di Kabupaten Kepahiang telah mencapai 33 ribu hektare, dan mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu yaitu 26 ribu hektare.
Ia menyebut bahwa berdasarkan kalkulasi luasan terbaru, diestimasikan lebih dari 50 persen penduduk Kepahiang menggantungkan mata pencaharian utama dari sektor perkebunan kopi.
Meskipun demikian, produktivitas kopi petani di Kabupaten Kepahiang saat ini masih tergolong rendah, untuk rata-rata hasil panen yaitu berkisar antara 600 hingga 700 kilogram per hektare.
"Dengan penerapan tata kelola budidaya dan perawatan yang optimal, potensi produksi kopi di Kepahiang sejatinya mampu menembus di atas 1,5 ton per hektare," terangnya.
Lanjut Taufik, selain peremajaan fisik tanaman, pemerintah kabupaten juga melakukan penguatan kapasitas terhadap para petani kopi melalui penyuluhan teknis budidaya secara berkala serta menggelar lomba budidaya kebun kopi untuk memotivasi pengelolaan yang lebih profesional.
Dengan adanya sejumlah program dan intervensi yang berkelanjutan tersebut, Pemkab Kepahiang menargetkan rata-rata produksi kopi petani dapat mencapai hingga satu ton per hektare dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan.
Sebab, dengan peningkatan hasil panen tersebut diharapkan berbanding lurus dengan peningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Kepahiang.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.