Pemkab Jayawijaya targetkan PAD Rp300 juta pada FBLB 2026

Kamis, 30 Juli 2026 16:38 WIB

Image Print

Atraksi budaya pada FBLB ke-33 tahun 2025 yang berlangsung di Kampung Usilimo, Distrik Wosilimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan menargetkan pendapatan asli daerah atau PAD sebesar Rp300 juta pada Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 tahun 2026 yang berlangsung di Kampung Walesi, Distrik Walesi daerah setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kabupaten Jayawijaya Naftali F Rumbiak di Wamena, Kamis mengatakan pada FBLB ke-34 tahun 2026 target PAD kurang lebih sebesar Rp300 juta.

“Kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya Disbudpar dalam memperoleh pendapatan untuk membantu PAD secara umum di Jayawijaya. Kami berharap aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, BUMN di sini dapat membantu pemerintah untuk mencapai PAD yang ditargetkan,” katanya.

Menurut dia, dukungan ASN di lingkungan Pemkab Jayawijaya dan masyarakat sangat penting dalam membantu suksesnya terselenggara FBLB ke-34 tahun 2026.

“ASN di lingkup Pemkab Jayawijaya kami harap partisipasi untuk membeli tiket FBLB secara daring maupun luring yang telah kami siapkan di 20 titik. Sementara secara daring bisa dibeli melalui alamat http://fblb34tiket.konek.web.id/fblb-ticketing/,” ujarnya.

Dia menjelaskan pada festival budaya tahun ini pihaknya juga menyediakan barkode sehingga memudahkan masyarakat, wisatawan mancanegara (wisman), wisatawan nusantara (wisnu) memperoleh tiket dengan pembayaran daring.

“Kami menyediakan barkode yang dapat digunakan seluruh masyarakat, wisman, wisnu untuk membeli tiket sehingga tidak lagi menggunakan pembayaran manual. Pembayaran manual tetap dilakukan tetapi hanya di lokasi festival,” katanya.

Dia menambahkan konsep FBLB ke-34 tahun ini tidak ada pertunjukan perang-perangan antar suku tetapi lebih kepada sosial drama budaya masyarakat yang mulai hilang dan ditampilkan kembali dalam bentuk pertunjukan.

“Pelaksanaan FBLB akan berlangsung selama dua hari sejak 7-8 Agustus, sementara pelaksanaan Wamena Coffee Festival dilaksanakan sore hari sejak 7-10 Agustus 2026. Kegiatan karnaval akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 di Kota Wamena,” ujarnya.

Pada kegiatan Wamena Coffee Festival, kata dia, hasil perkebunan kopi asli Papua Pegunungan yang ditampilkan dan disajikan dalam kegiatan itu.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat asli Papua Pegunungan dengan produk-produk asli kopi daerah ini,” katanya.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026