Pemkab Jayawijaya pastikan pengelolaan keuangan transparan dengan "SIPD"

Senin, 31 Agustus 2026 04:56 WIB

Image Print

Kepala BPKAD Kabupaten Jayawijaya Estepanus L Kassa diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.ANTARA/Yudhi Efendi.

Wamena, Papua Pegunungan, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) memastikan sistem pelaporan keuangan menggunakan aplikasi sistem informasi pemerintah daerah (SIPD) guna memastikan pengelolaan anggaran secara transparan.

“Dengan menggunakan aplikasi ini dapat memastikan pengelolaan anggaran lebih terbuka dan dapat diawasi dengan mudah oleh pimpinan maupun publik. Serta menyelaraskan informasi daerah dengan kebijakan satu data Indonesia serta sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE),” kata Kepala BPKAD Kabupaten Jayawijaya Estepanus L Kassa di Wamena, Sabtu.

Ia mengatakan penggunaan SIPD telah berjalan sejak tahun 2025 hingga saat ini. “Kami khususnya di Kabupaten Jayawijaya menggunakan aplikasi SIPD dalam setiap pelaporan keuangan dan telah berjalan sejak tahun 2025 hingga saat ini".

Menurut dia, ada beberapa sistem keuangan yang digunakan dalam pelaporan keuangan terintegrasi tetapi pihaknya lebih memilih menggunakan SIPD.

“Sistem ini dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengintegrasikan data perencanaan pembangunan dan keuangan daerah dalam satu platform,” ujar dia.

Dia menjelaskan meski terkadang SIPD mengalami gangguan tetapi penggunaannya lebih optimal digunakan dalam setiap pelaporan keuangan di Pemkab Jayawijaya.

“Kendalanya biasa terjadi gangguan, adanya perbaikan atau maintenance tetapi tetap SIPD menjadi pilihan dalam pelaporan keuangan yang dilakukan sejak tahun 2025,” katanya.

Dia menambahkan SIPD memiliki keunggulan utama dalam mengintegrasikan proses perencanaan, penganggaran hingga pelaporan keuangan daerah dalam satu platform digital yang transparan.

Pewarta : Yudhi Efendi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026