Pemkab Jayawijaya gandeng tokoh adat perkuat stabilitas kamtibmas
Selasa, 28 Juli 2026 12:19 WIB
Bupati Jayawijaya Atenius Murib memberikan arahan pada kegiatan bersama tokoh adat, agama, masyarakat, perempuan dan pemuda untuk mencari solusi sehingga Kabupaten Jayawijaya situasi kamtibmas tetap aman berlangsung di aula Kantor Bupati Jayawijaya, Senin (27/7/2026). ANTARA/Yudhi Efendi.
Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya menggandeng tokoh adat, agama, masyarakat, perempuan dan pemuda dari 328 kampung dan 40 kepala distrik di wilayah tersebut untuk memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Bupati Jayawijaya Atenius Murib melakukan pertemuan bersama dengan berbagai tokoh masyarakat untuk mencari solusi bersama menciptakan kamtibmas yang aman dan damai di daerah tersebut.
“Kami ingin mendengar masukan dalam mencari solusi supaya kamtibmas di Jayawijaya ini benar-benar terwujud, jangan lagi ada pertikaian yang menyebabkan korban jiwa dan harta,” kata Atenius Murib saat memberikan arahan dalam pertemuan khusus bersama tokoh adat, agama, masyarakat, perempuan dan pemuda dari 328 kampung dan 40 kepala distrik di Aula Kantor Bupati Jayawijaya, Senin.
Menurut dia, persamaan persepsi, pandangan antara pemerintah dan seluruh tokoh baik adat, masyarakat, perempuan, agama dan pemuda bertujuan agar Jayawijaya benar-benar aman sehingga masyarakat dapat melaksanakan aktivitas dengan tenang.
“Kita harus menyamakan persepsi pola pikir kita tentang perkembangan di Jayawijaya saat ini untuk harus benar-benar aman dan terkendali dan tidak boleh terjadi konflik lagi,” ujarnya.
Dia menjelaskan visi misi selama lima tahun ke depan adalah Wamena harus menjadi damai, aman, nyaman dan indah atau Dani.
“Kota Wamena saat ini belum sepenuhnya terwujud Dani, maka kami butuh dukungan semua elemen masyarakat dari 328 kampung, empat kelurahan dari 40 distrik untuk membantu pemerintah untuk mewujudkan daerah ini yang tenteram,” katanya.
Dia mengajak seluruh masyarakat dari 40 distrik untuk bersama-sama menyukseskan program pembangunan lima tahun ke depan di Jayawijaya yang dinamai empat tiang honai.
“Empat tiang honai yang menjadi program utama yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan. Program ini dapat berjalan ketika daerah ini aman, maka dibutuhkan komitmen bersama dalam menjaga kedamaian,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026