AMBON (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, memanfaatkan pelaksanaan Sail Darwin to Saumlaki Yacht Race & Rally (DSYRR) 2026 untuk menggenjot perkembangan sektor pariwisata dengan memperkenalkan destinasi wisata daerah kepada wisatawan mancanegara.

Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dalam keterangan yang diterima di Ambon, Minggu, mengatakan kehadiran peserta Sail Darwin menjadi momentum untuk memperluas promosi destinasi wisata Tanimbar, terutama potensi ekowisata, budaya, kuliner dan kain tenun ikat yang menjadi kekayaan daerah.

"Ini menjadi peluang bagi kita untuk memperkenalkan potensi pariwisata Tanimbar secara langsung kepada wisatawan mancanegara. Kita ingin mereka melihat bahwa Tanimbar memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata," katanya.

Menurut dia, kunjungan peserta Sail Darwin tidak hanya diarahkan pada kegiatan penyambutan, tetapi juga memperlihatkan secara langsung kehidupan masyarakat serta potensi wisata yang dapat dikembangkan di sejumlah wilayah Tanimbar.

Salah satunya melalui kunjungan peserta ke Desa Tumbur, Kecamatan Wertamrian, untuk menikmati kuliner khas daerah, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi kawasan hutan mangrove di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan.

Di kawasan mangrove tersebut, wisatawan mancanegara dapat menikmati bentang alam yang masih terjaga melalui jalur pelataran kayu yang berada di antara pepohonan mangrove.

Jauwerissa mengatakan pengalaman langsung tersebut penting dalam memperkenalkan karakter pariwisata Tanimbar yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga keterlibatan masyarakat lokal.

"Kita ingin pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kuliner, budaya, kerajinan, hingga destinasi alam harus menjadi bagian yang saling mendukung dalam pengembangan pariwisata Tanimbar," ujarnya.

Selain ekowisata, peserta Sail Darwin juga diperkenalkan dengan seni dan budaya Tanimbar melalui penyambutan di Kampung Kuliner Saumlaki.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menyaksikan tari tradisional, peragaan busana berbahan kain tenun ikat khas Tanimbar, pertunjukan musik, serta berbagai bentuk keramahtamahan masyarakat setempat.

Bupati menilai interaksi langsung antara wisatawan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata sekaligus memperkuat promosi Tanimbar sebagai destinasi yang memiliki kekayaan budaya.

Ia berharap Sail Darwin-Saumlaki yang berlangsung 19-24 September 2026 dapat memberikan dampak berkelanjutan terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, jasa wisata dan sektor pendukung lainnya.

"Yang kita harapkan bukan hanya kunjungan sesaat, tetapi ada dampak lanjutan. Wisatawan yang datang dapat mengenal Tanimbar, kemudian menceritakan dan mempromosikannya kepada orang lain," kata dia.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.