Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat sekitar 8.500 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berasal dari daerah tersebut telah berangkat secara legal untuk bekerja di luar negeri pada periode Januari hingga Agustus 2026.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mengatakan jumlah PMI berasal dari daerah itu yang bekerja di luar negeri masih cukup tinggi, dengan total 11.433 orang tercatat sepanjang 2025.
“Karena jumlahnya cukup banyak, masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri harus memahami prosedur keberangkatan yang aman dan legal,” katanya di Cirebon, Rabu.
Menurut dia, Kecamatan Pabedilan, Losari, dan Ciledug termasuk wilayah yang memiliki cukup banyak warga yang bekerja sebagai PMI sehingga menjadi lokasi sosialisasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri.
Sosialisasi tersebut, kata dia, rutin digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon untuk memberikan informasi kepada calon PMI mengenai tahapan bekerja di luar negeri secara resmi.
Agus mengatakan perlindungan PMI menjadi perhatian karena Kabupaten Cirebon tercatat sebagai daerah dengan jumlah pekerja migran terbesar kedua di Jawa Barat dan keempat di Indonesia.
"Kami mencatat pengaduan terkait PMI meningkat dari 44 laporan pada 2025 menjadi 59 laporan selama Januari hingga Agustus 2026," katanya.
Ia menilai peningkatan laporan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penyampaian informasi mengenai prosedur keberangkatan dan perlindungan PMI, sejak sebelum bekerja di negara tujuan.
Di sisi lain, kata dia, pemerintah daerah berupaya menjaga iklim investasi agar perusahaan di Kabupaten Cirebon dapat menyediakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
“Kalau kesempatan kerja di daerah semakin tersedia, masyarakat mempunyai pilihan untuk bekerja di Cirebon tanpa harus mencari pekerjaan ke luar negeri,” ujarnya.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.