Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat meratakan 65 kios di kawasan bekas Terminal Rawabango sebagai tindak lanjut rencana pembangunan kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Cianjur.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur Aris Haryanto di Cianjur, Jumat, mengatakan lahan yang disiapkan untuk pembangunan kantor Kemenhaj seluas 2.000 meter persegi.
Di lahan tersebut sebelumnya terdapat 65 kios yang sebagian besar dalam kondisi kosong dan tidak digunakan sejak lama, sehingga pembongkaran dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintah daerah.
"Aktivitas kios di bekas terminal sudah tidak aktif, sejak lama hanya aktivitas agen PO bus yang masih berjalan. Hak Guna Pakai kios sudah habis di awal tahun 2026, sesuai keputusan lahan tersebut dikosongkan untuk dibangun kantor Kemenhaj Cianjur," katanya.
Sekitar 25 orang petugas gabungan terdiri atas Satpol PP Cianjur, DLH Cianjur, TNI/Polri diterjunkan guna membongkar puluhan kios didukung satu unit alat berat dari Dinas PUPR dan tujuh unit kendaraan pengangkut sampah.
Lahan sekitar 2.000 meter persegi itu, ungkap dia telah dihibahkan Pemkab Cianjur kepada Kemenhaj Cianjur, sehingga harus dikosongkan karena pembangunan akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Keberadaan agen PO bus yang masih beraktivitas di Rawabango dialihkan ke Terminal Pasirhayam sambil menunggu penataan kembali Terminal Rawabango," katanya.
Pemusatan aktivitas terminal ke Pasirhayam menjadi bagian dari upaya penataan kembali Terminal Rawabango, mengingat masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu diperbaiki dan dilakukan penambahan.
Kepala Kemenhaj Cianjur Herriyanto mengatakan pembangunan kantor segera dimulai setelah pembongkaran kios tuntas dilakukan, di mana pembangunan ditargetkan selesai di akhir Desember 2026.
“Kami menargetkan pembangunan dapat selesai selama 140 hari kerja atau pada tanggal 31 Desember, di mana pembangunan dilakukan setelah pembongkaran kios tuntas dilakukan selama satu hari," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.