Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, memperluas jangkauan intervensi penanganan stunting, salah satunya melalui pemberian paket olahan ikan serta ikan segar kepada masyarakat di wilayah utara hingga selatan Cianjur.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Cianjur Yusuf Tatang Johari, di Cianjur, Jumat, mengatakan pemberian bantuan stimulan itu sekaligus menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat.
Pihaknya memberikan edukasi terkait pemenuhan gizi dapat ditingkatkan melalui konsumsi protein hewani khususnya ikan dengan berbagai olahan ikan seperti bakso ikan, otak-otak ikan, bandeng presto, dan baby fish.
"Seluruh produk olahan ikan yang dibagikan merupakan hasil produksi dari kelompok Unit Pengolahan Ikan (UPI) di bawah binaan langsung DPKHP Cianjur," katanya.
Hal tersebut dilakukan agar produk olahan ikan yang dikonsumsi masyarakat dapat meningkat karena diolah menjadi beragam makanan agar anak-anak tertarik untuk mengkonsumsinya setiap hari.
Program yang dijalankan merupakan implementasi dari arahan Bupati Cianjur yang meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bersinergi dalam mendukung pengentasan stunting di Kabupaten Cianjur.
Berbagai program yang dilakukan terbukti efektif sehingga tingkat konsumsi ikan masyarakat Cianjur menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun didorong menjamurnya kelompok UPI binaan serta potensi pasar lokal yang cukup tinggi.
"Kami terus memberikan dukungan berkelanjutan bagi kelompok UPI berupa penyediaan sarana prasarana serta peningkatan kapasitas termasuk menyerap berbagai program aspirasi dari pemerintah pusat yang menggandeng produk UPI," katanya.
Selain produk olahan, pihaknya juga mendistribusikan ikan segar untuk menekan angka stunting di mana program intervensi ikan segar telah berjalan di 26 desa dan kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan sepanjang tahun 2026.
"Ikan segar yang dibagikan jenis nila diserahkan melalui pihak desa atau kelurahan untuk kemudian disalurkan kepada keluarga berkategori stunting," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.