Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendorong penguatan pembinaan dan kolaborasi antar-sekolah sebagai langkah mencegah tawuran pelajar dan memastikan lingkungan pendidikan aman, nyaman, dan tertib.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Sabtu, mengatakan pihaknya telah membahas hal tersebut bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Jawa Barat, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta sekolah yang terlibat tawuran.

Potensi konflik antar-kelompok pelajar harus dicegah sejak dini, sehingga pemerintah daerah ingin memastikan lingkungan pendidikan dan masyarakat Cianjur tetap aman, nyaman, dan tertib.

"Pembinaan karakter menjadi salah satu kunci dalam mencegah kekerasan di kalangan pelajar, sehingga tidak ada lagi ke depan kekerasan verbal maupun fisik," katanya.

Pihaknya mendukung program yang digagas Pemprov Jabar dalam memperkuat pembinaan dan kedisiplinan pelajar bermasalah melalui program pendidikan di barak.

Setelah pembinaan, pihaknya melanjutkan dengan kegiatan bersama antar-sekolah untuk membangun hubungan yang lebih positif.

Kegiatan lanjutan itu, seperti bakti sosial, bakti lingkungan, dan kegiatan keagamaan untuk memupuk persatuan dan persaudaraan antar-pelajar se Kabupaten Cianjur.

"Para pelajar di Cianjur merupakan bagian dari satu keluarga yang nantinya memiliki tanggung jawab bersama dalam membangun daerah, sekarang zamannya kolaborasi," katanya.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah V Jabar Nonong Winarni mengatakan pengawasan dan pembinaan terhadap siswa akan diperkuat di seluruh sekolah di Kabupaten Cianjur guna mencegah tawuran antar-pelajar.

Pengawasan khusus dilakukan melalui para pengawas sekolah, termasuk kepala sekolah diminta meningkatkan pembinaan serta pengawasan terhadap peserta didik di lingkungan masing-masing.

"Pengawasan khusus dilakukan termasuk meminta kepala sekolah melakukan pembinaan dan pengawasan kepada peserta didik, kami juga memperkuat komunikasi dengan orang tua siswa serta meningkatkan koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.