Bima, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mendorong kajian pengembangan jalan alternatif Sila-Talabiu untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung kelancaran distribusi logistik di Pulau Sumbawa.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi mengatakan rencana tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Bolo dan Kawasan Sanggar.
"Pengembangan jalan alternatif Sila-Talabiu sangat diperlukan guna memperkuat ketahanan jaringan transportasi Kabupaten Bima, memangkas waktu tempuh, dan memperlancar distribusi barang serta jasa," kata Adel saat menerima Tim Penyusun RDTR di Bima, NTB, Jumat.
Ia menjelaskan mobilitas masyarakat dan distribusi barang saat ini masih bergantung pada jalur utama yang menghubungkan Sila, Kecamatan Bolo, dengan Talabiu, Kecamatan Woha.
Ketergantungan tersebut berpotensi menghambat perjalanan dan distribusi logistik apabila terjadi kerusakan atau gangguan pada jalur utama. Karena itu, kajian jalur alternatif diperlukan untuk meningkatkan keandalan jaringan transportasi daerah.
Di sisi lain, ruas jalan Sila-Talabiu sepanjang 16,63 kilometer merupakan bagian dari jaringan jalan nasional yang mendukung konektivitas menuju Bandara Sultan Muhammad Salahuddin dan Pelabuhan Bima.
Namun, program preservasi jalan nasional perlu dibedakan dari rencana pengembangan jalan alternatif yang dibahas dalam penyusunan RDTR.
Selain aspek transportasi, Adel menekankan pentingnya mengintegrasikan analisis dampak sosial dalam perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur.
"Setiap rencana pembangunan wilayah harus diselaraskan dengan analisis dampak sosial yang dapat timbul. Mitigasi potensi masalah sosial serta pelibatan masyarakat lokal adalah kunci agar hasil pembangunan dapat diterima dengan baik dan membawa manfaat yang berkeadilan," ujarnya.
Menurut dia, penyusunan RDTR perlu mempertimbangkan aspek transportasi, lingkungan, dan kondisi sosial masyarakat agar perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan wilayah serta memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Baca juga: Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai Tambah
Pertemuan tersebut dihadiri Tim Penyusun RDTR yang dipimpin Indra Sugito bersama Tiara Faradina Prasti dan Alwin.
Sekda didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Fatahullah serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bima Amnah.
Pemerintah Kabupaten Bima berharap penyusunan RDTR Kawasan Bolo dan Kawasan Sanggar dapat menjadi landasan penataan ruang yang lebih terarah untuk mendukung konektivitas dan pengembangan ekonomi daerah.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026