Kabupaten Bengkulu Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak di wilayah tersebut sejak Januari hingga pertengahan Agustus 2026 telah mencapai Rp16,8 miliar.
"Untuk realisasi penerimaan pajak daerah telah mencapai Rp16,8 miliar atau sekitar 49 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp34,5 miliar," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bengkulu Tengah Tripuja Nugraha di Bengkulu, Jumat.
Untuk mencapai target PAD dari sektor pajak tersebut, petugas Bidang Pendapatan BKD Kabupaten Bengkulu Tengah melakukan aksi jemput bola ke lapangan untuk mengingatkan wajib pajak serta mengidentifikasi berbagai sumber penerimaan yang masih berpotensi dimaksimalkan.
Ia menyebut, capaian sebesar 49 persen tersebut belum menggambarkan potensi penerimaan pajak secara keseluruhan.
Sebab, sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang merupakan salah satu sumber PAD cukup besar di Kabupaten Bengkulu Tengah saat ini memasuki tahap penagihan.
"SPPT PBB baru dibagikan kepada wajib pajak pada Juli 2026. Setelah pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) mulai berjalan, kami optimistis realisasi PAD dari pajak daerah akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan," ujar dia.
Untuk itu, pihaknya optimistis target PAD pajak daerah sebesar Rp34,5 miliar dapat tercapai, sebab pihaknya telah melakukan berbagai langkah yang terus dilakukan, seperti mengoptimalkan sumber pajak yang sudah ada, menggali potensi baru yang dapat menjadi sumber penerimaan daerah dan lainnya.
Sementara itu, realisasi PAD dari sektor Opsen pajak di wilayah tersebut telah mencapai Rp7,2 miliar dari total target yang ditentukan sebesar Rp13 miliar.
Realisasi Opsen pajak tersebut diperkirakan akan terus mengalami peningkatan sebab, program pemutihan pajak kendaraan dan diskon mutasi hingga 50 persen masih berjalan.
"Saat ini kita terus berupaya dalam mengoptimalkan semua potensi PAD di Kabupaten Bengkulu Tengah. Salah satu objek yang menjadi perhatian adalah opsen pajak," sebut Kepala Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Mariska Rezki Suandra.
Realisasi pendapatan tersebut berasal dari dua sektor yaitu Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang mencapai Rp4,3 miliar dari target Rp8 miliar dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yaitu Rp2,9 miliar dari target Rp5 miliar.
Opsen pajak menjadi salah satu sumber PAD yang terus ditekan, sebab target Rp13 miliar tersebut masih realistis dikejar hingga akhir tahun.
Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.