Bengkayang, Kalbar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas, Kalbar, memperkuat sinergi pembangunan lintas wilayah sebagai upaya mendorong konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan kawasan perbatasan di kawasan Singkawang-Bengkayang-Sambas (Singbebas).
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan penguatan kerja sama tersebut menjadi salah satu hasil penting dari pertemuan bersama Bupati Sambas Satono dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sambas yang berlangsung di Bengkayang beberapa hari lalu.
"Pertemuan kemarin itu bagian dari upaya kita menyatukan arah pembangunan. Bengkayang dan Sambas memiliki banyak kepentingan yang saling berkaitan, sehingga perlu dibangun kerja sama yang lebih konkret," kata Sebastianus Darwis saat dihubungi ANTARA di Bengkayang, Kalbar, Jumat.
Menurutnya, pembangunan antarwilayah tidak dapat dilakukan secara parsial karena aktivitas masyarakat, perdagangan dan mobilitas tidak mengenal batas administratif.
Karena itu, kebijakan pembangunan perlu diselaraskan agar infrastruktur dan program ekonomi yang dibangun masing-masing daerah dapat saling mendukung.
Darwis mengatakan Bengkayang dan Sambas memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perdagangan, pariwisata hingga pengembangan kawasan perbatasan.
"Potensi masing-masing daerah kalau kita sinergikan tentu akan lebih besar manfaatnya. Karena itu, kerja sama ini harus ditindaklanjuti dengan program yang konkret dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menilai konektivitas antarwilayah menjadi salah satu kebutuhan utama yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan kawasan Singbebas. Infrastruktur yang semakin terhubung akan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi hasil produksi dan perdagangan antardaerah.
Selain konektivitas, pengembangan kawasan perbatasan juga menjadi ruang kerja sama yang strategis mengingat Bengkayang dan Sambas sama-sama memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Darwis berharap komunikasi antara kedua pemerintah kabupaten dapat terus berjalan sehingga berbagai kebutuhan pembangunan yang bersinggungan antarwilayah dapat dikoordinasikan dan diperjuangkan secara bersama.
"Yang paling penting adalah bagaimana kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi ada tindak lanjut. Kita ingin pembangunan Bengkayang dan Sambas bisa saling menguatkan," katanya.
Sementara itu, Bupati Sambas H Satono mengatakan hubungan ketiga daerah sangat erat, baik dari sisi mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan maupun konektivitas antarwilayah. Karena itu, pembangunan dinilai perlu dirancang secara bersama agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Sinergi antara Sambas, Bengkayang, dan Singkawang harus terus dipelihara agar kebijakan pembangunan yang dirumuskan saling mendukung dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas di ketiga kawasan," ujar Satono.
Menurutnya, kolaborasi antardaerah dapat menjadi kekuatan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Sejumlah sektor prioritas pun menjadi perhatian dalam pembahasan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, pengembangan sektor unggulan hingga optimalisasi potensi kawasan perbatasan.
Kolaborasi Sambas dan Bengkayang ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan konsep pembangunan kawasan Singbebas. Dengan kebijakan yang lebih terintegrasi, ketiga daerah diharapkan mampu menciptakan konektivitas perdagangan, memperluas peluang investasi serta meningkatkan nilai tambah sektor-sektor unggulan daerah.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.