Tanjungpandan (ANTARA) - ‎Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memperkuat sinergi lintas sektor bersama instansi terkait dan pelaku usaha guna menjaga stabilitas harga serta mengendalikan laju inflasi daerah.

‎Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Annyta di Tanjungpandan, Selasa, mengatakan bahwa pergerakan inflasi berdampak langsung terhadap daya beli dan pengeluaran harian masyarakat.

‎"Inflasi berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Ketika harga kebutuhan pokok seperti cabai, ikan, telur, hingga daging mengalami perubahan, dampaknya langsung terasa pada pengeluaran keluarga," katanya.

‎Ia mengatakan upaya menjaga stabilitas harga tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia hingga para distributor.

‎BPS Belitung telah menyampaikan rilis perkembangan inflasi Tanjungpandan untuk periode Agustus 2026 yakni sebesar 0,56 persen.

‎Menurut Annyta, data tersebut menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi komoditas pemicu kenaikan maupun penurunan harga.

‎"Angka inflasi perlu dibaca secara utuh. Kita tidak hanya melihat naik atau turunnya angka, tetapi juga memahami komoditas penyebabnya dan faktor penentunya. Informasi ini menjadi dasar penentuan kebijakan yang tepat," ujar dia.

‎Sebagai daerah kepulauan, kata dia, Belitung masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah.

‎Kondisi geografis ini menjadikan kelancaran rantai distribusi, biaya transportasi, faktor cuaca, serta ketersediaan stok sebagai faktor penting dalam pembentukan harga.

‎Untuk menjaga stabilitas pasokan di pasar, Annyta mengimbau para pelaku usaha dan pedagang untuk tidak memanfaatkan situasi demi keuntungan sepihak.

‎"Kami mengajak para distributor, pedagang, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kelancaran pasokan serta menetapkan harga secara wajar," katanya.

‎Selain dari sisi hulu dan distribusi, ia turut mengimbau masyarakat selaku konsumen untuk menerapkan pola konsumsi yang bijak guna mencegah gejolak harga.

‎"Kepada masyarakat, kami sangat berharap agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) yang justru dapat memicu kenaikan harga," ujar Annyta.

‎Kepala adan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Baiq Kurniawati mengatakan kota Tanjungpandan mengalami Inflasi bulan ke bulan (month to month) di Agustus 2026 sebesar 0,56 persen.

‎"Tanjungpandan mengalami inflasi bulan ke bulan di Agustus 2026 sebesar 0,56 persen," ujar dia.

‎Selanjutnya secara tahun ke tahun (year to year) kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 3,53 persen. Sedangkan secara tahun kalender kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 1,98 persen.

‎"Inflasi bulan ke bulan di Agustus 2026 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," ujar dia.

Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.