Koba, Babel (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat 195 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luas lahan terdampak mencapai 347,77 hektare hingga 18 September 2026.

"Kondisi tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi ancaman bencana yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama memasuki masa peralihan musim dengan potensi cuaca ekstrem," kata Kepala BPBD Bangka Tengah Yudhi Sabara di Koba, Sabtu.

Ia menjelaskan, berdasarkan Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bangka Tengah menunjukkan karhutla menjadi kejadian bencana paling dominan sepanjang periode 1 Januari hingga 18 September 2026.

Dari total 240 kejadian bencana yang tercatat, sebanyak 195 kejadian atau sekitar 81 persen merupakan karhutla dengan dampak utama pada kawasan hutan dan lahan.

Selain karhutla, BPBD mencatat 20 kejadian angin kencang, 11 banjir, tiga kekeringan dan dua banjir rob sepanjang periode tersebut.

Karhutla tersebar di enam kecamatan di Bangka Tengah, dengan Koba dan Lubuk Besar menjadi wilayah yang mencatat kejadian paling banyak.

Sementara Kecamatan Sungai Selan, Simpang Katis, Namang dan Pangkalanbaru juga mencatat kejadian karhutla bersama angin kencang.

BPBD juga mencatat sebanyak 790 orang terdampak dan 255 rumah terdampak akibat seluruh kejadian bencana sepanjang periode tersebut.

Yudhi Sabara mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan untuk mencegah meluasnya dampak karhutla.

"Kita juga meminta masyarakat segera melaporkan titik api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah dampak kebakaran meluas," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.