Koba, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), membina 1.346 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada sektor makanan dan minuman atau pangan sebagai upaya meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Bangka Tengah Irwandi di Koba, Jumat, mengatakan sektor pangan memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena didukung ketersediaan bahan baku lokal, mulai dari hasil perikanan, pertanian, perkebunan hingga berbagai produk pangan daerah.

"UMKM kita jangan hanya berpikir bagaimana produknya laku di Expo, tetapi bagaimana setelah Expo produknya bisa terus dipasarkan dan masuk ke pasar yang lebih luas," ujar dia.

Sebanyak 1.346 UMKM makanan dan minuman tersebut merupakan bagian dari sekitar 25.972 UMKM yang tersebar di Kabupaten Bangka Tengah. Data pelaku usaha terus dimutakhirkan berdasarkan jenis usaha, lokasi, legalitas dan tingkat perkembangan masing-masing UMKM.

Ia menilai pembinaan berbasis data penting dilakukan agar kebutuhan pengembangan setiap pelaku usaha dapat dipetakan secara lebih tepat, termasuk kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi produk, kapasitas produksi dan kebutuhan pemasaran.

"Pembinaan UMKM ke depan harus semakin berbasis data dan kita ingin mengetahui siapa pelakunya, produknya apa, sudah memiliki NIB atau belum, sertifikasi produknya bagaimana, kapasitas produksinya berapa serta kebutuhan pengembangannya apa," katanya.

Pembinaan UMKM sektor pangan juga diarahkan pada peningkatan nilai tambah dan daya saing produk melalui inovasi rasa, kemasan, ukuran, merek, daya tahan, keamanan pangan, sertifikasi serta pemasaran melalui platform digital.

"Keberadaan bahan baku lokal menjadi salah satu modal penting bagi pelaku UMKM untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi," ujar dia.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.