Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menggencarkan edukasi mitigasi gempa kepada masyarakat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyusul puluhan kejadian gempa di wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir.

Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Jumat, mengatakan edukasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tindakan yang perlu dilakukan serta lokasi yang lebih aman ketika terjadi gempa.

"Nanti ada edukasi, bagaimana kita dalam kondisi terjadi gempa. Maka saya perintahkan kepada BPBD untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," kata Bupati Dadang.

Bupati Dadang mengatakan BPBD bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah melakukan pemantauan lapangan di sejumlah titik, termasuk Kertasari dan Pangalengan.

"Secara edukasi dan pemantauan BMKG, ya, ini sudah ke lapangan juga, dipantau di titik lokus yang mana dan sudah ada imbauan," ujarnya.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, namun tidak terlena dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Menurut Dadang, salah satu gempa yang terjadi dalam 24 jam terakhir berkekuatan magnitudo 3,2 dan hingga kini tidak menimbulkan kerusakan di Kabupaten Bandung.

"Alhamdulillah, saat ini mudah-mudahan tidak terjadi ya, dan tidak ada kerusakan, dan ini suatu goncangan yang kecil tapi memang ini kita harus tetap waspada," kata Bupati Dadang..

Selain gempa, Pemkab Bandung juga menggencarkan kewaspadaan terhadap kebakaran setelah tercatat 341 kejadian selama dua bulan terakhir.

Bupati Dadang mengingatkan warga memastikan sakelar dan stopkontak dalam kondisi aman ketika meninggalkan rumah serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala untuk mencegah kebakaran.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sering gempa, Pemkab Bandung gencarkan edukasi mitigasi gempa ke warga

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.