Badung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, terus berkomitmen untuk mendukung perluasan literasi serta inklusi keuangan termasuk menanggung bunga pinjaman kredit UMKM.

“Salah satu upaya kami dalam mempercepat akses keuangan adalah melalui program Sidi Kumbara atau Sistem Distribusi Kredit Usaha Mandiri Badung Sejahtera,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima di Mangupura, Jumat.

Ia menjelaskan melalui program tersebut Pemkab Badung memberikan akses kredit bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan plafon pinjaman mencapai Rp100 juta.

Pada program Sidi Kumbara itu, seluruh beban bunga dari pinjaman pelaku UMKM ditanggung penuh dan dibiayai oleh Pemkab Badung.

“Kami membiayai bunga kredit hingga plafon sebesar Rp100 juta agar para pelaku sektor UMKM di wilayah Badung ini bisa naik kelas tanpa terbeban bunga," jelas dia.

Bupati Adi Arnawa mengatakan pihaknya bersama bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) setempat akan akan terus mengoptimalkan program pro-rakyat.

Upaya tersebut dilakukan guna mempercepat inklusi keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung secara menyeluruh.

Untuk itu, pihaknya juga telah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional TPAKD Tahun 2026 di Jakarta yang dihadiri oleh gubernur, bupati, serta wali kota se-Indonesia.

Agenda utama Rakornas TPAKD 2026 tersebut berfokus pada sinkronisasi program kerja percepatan akses keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus penyampaian arah strategi TPAKD untuk tahun 2027 mendatang.

“Kehadiran kami dalam Rakornas ini adalah wujud komitmen untuk memastikan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, bisa tumbuh melalui kemudahan akses permodalan,” pungkas Bupati Adi Arnawa.

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.