Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Jakarta, VIVA – Koalisi tiga partai Arab di Israel, The Joint List, pada Selasa menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggunakan gambar buatan kecerdasan buatan (AI) untuk memberi kesan bahwa jumlah pemilih Arab yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) sangat tinggi.

Baca Juga

Anggota parlemen Arab, Ahmad Tibi, juga membantah klaim Netanyahu. Ia menegaskan bahwa tingkat partisipasi pemilih di kota-kota mayoritas Yahudi masih jauh lebih tinggi dibandingkan di wilayah komunitas Arab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tudingan ini bermula dari unggahan Netanyahu di platform X. Unggahan itu memperlihatkan sejumlah orang berada di luar tempat pemungutan suara (TPS). Ia mengklaim gambar tersebut menunjukkan pemilih Arab di Kota Rahat, wilayah selatan Israel.

Baca Juga

"Beginilah situasi di Rahat hari ini. Kalian tidak bisa hanya tinggal di rumah. Segera keluar dan pilih Likud. Kita sedang berjuang untuk tanah air kita," tulisnya dikutip dari laman Anadoulu Agency, Selasa (27/10/2026).

Perdana menteri itu juga membagikan foto Tibi yang berdiri di depan sebuah bus. Foto tersebut sebelumnya diunggah oleh anggota parlemen Arab melalui akun X miliknya beberapa hari lalu.

Baca Juga

"Bus-bus sedang menuju ke TPS, dan laporan menunjukkan adanya antrean panjang di kota-kota Arab," tulis Netanyahu.

Ia mengklaim bahwa basis pendukung sayap kanan tampak lambat dalam mengerahkan pemilih. Netanyahu memperingatkan para pendukungnya bahwa jika mereka tidak menggunakan hak pilih, pemerintahan yang dipimpin partai-partai Arab bisa terbentuk.

Dalam pernyataan yang mengecam tindakan Netanyahu, The Joint List menyebut gambar yang diklaim memperlihatkan pemilih di Rahat itu tidak nyata dan dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

Koalisi tersebut menuduh Netanyahu menggunakan gambar rekayasa untuk menghasut masyarakat agar memusuhi warga Arab.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Netanyahu takut partisipasi pemilih di komunitas kami tinggi karena dia tahu hal itu akan menjatuhkan pemerintahannya," kata koalisi tersebut.

The Joint List memperingatkan bahwa gambar itu memberikan gambaran yang menyesatkan dan berpotensi membuat pemilih Arab memilih tetap di rumah. Gambar tersebut seolah-olah menunjukkan bahwa jumlah warga Arab yang telah memberikan suara sudah cukup tinggi.

Halaman Selanjutnya

Menurut koalisi itu, tingkat partisipasi pemilih di komunitas Arab memang menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Namun, kesenjangan dengan pemilih Israel secara keseluruhan masih besar, terutama di wilayah basis pendukung sayap kanan dan permukiman.