Ke depannya ketika terjadi karhutla, ketersediaan air sangat mencukupi untuk melakukan pemadaman

Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan menyiapkan pembangunan sumur bor hingga kedalaman 40 meter untuk mengatasi keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat di Banjarbaru, Senin, meninjau langsung proses pemadaman karhutla di Jalan Kurnia Ujung, RT 06/RW 03, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang dan menemukan ketersediaan air menjadi kendala utama petugas di lapangan.

Jumhur mengatakan, penguatan sumber air menjadi langkah penting agar pemadaman tidak berhenti ketika api terlihat padam, tetapi dilanjutkan dengan memastikan lahan tetap basah sehingga bara api tidak kembali memicu kebakaran.

“Kita memastikan pemadaman secara masif. Gotong royong masyarakat, pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri semua harus bergotong royong memastikan supaya api ini mati dan setelah mati dipastikan harus tetap basah,” tegasnya.

Baca juga: Kemenag gandeng pengelola zakat bantu warga terdampak karhutla

Menurut dia, kesulitan memperoleh air di lokasi karhutla harus segera dicarikan solusi permanen karena kebutuhan tersebut tidak hanya untuk menangani kebakaran saat ini, tetapi juga menghadapi potensi kejadian serupa pada musim kemarau berikutnya.

Pemerintah, kata dia, menyiapkan sejumlah sumur bor dengan kedalaman hingga 40 meter di kawasan yang membutuhkan dukungan sumber air sehingga mobil pemadam dan petugas memiliki akses air yang lebih dekat saat melakukan penanganan.

“Supaya ke depannya ketika terjadi karhutla, ketersediaan air sangat mencukupi untuk melakukan pemadaman,” jelas Jumhur.

Selain memperkuat penanganan api, Jumhur meminta perlindungan kesehatan masyarakat menjadi bagian dari respons karhutla karena paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, sehingga Dinas Kesehatan, puskesmas dan unsur terkait perlu memperkuat pelayanan kepada warga.

Baca juga: Polda Riau sudah tetapkan 35 tersangka karhutla hingga Agustus 2026

“Selain itu juga kita memastikan masyarakat tidak terdampak penyakit ISPA. Dinas Kesehatan, puskesmas dan sebagainya juga bergotong royong memastikan kesehatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby mengatakan pemerintah kota akan mengoptimalkan sumur bor di kawasan Syamsudin Noor serta seluruh hidran yang tersedia untuk memperkuat pasokan air bagi petugas, terlebih BMKG memprediksi puncak musim kemarau berlangsung pada September mendatang.

“Untuk mengatasi kendala tersebut, kami berupaya keras untuk kembali memperkuat koordinasi dan memastikan pasokan air tersedia. Sehingga petugas di lapangan dapat bekerja dengan optimal,” ungkap Lisa.

Penguatan sumber air tersebut menjadi strategi Banjarbaru menghadapi karhutla dengan tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api membesar, tetapi membangun infrastruktur pendukung agar respons lebih cepat, sekaligus memastikan lahan yang telah dipadamkan tetap basah dan masyarakat terlindungi dari dampak asap.

Usai meninjau lokasi kebakaran, Menteri LH bersama Wali Kota Banjarbaru juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak karhutla di Kelurahan Landasan Ulin Timur sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kebakaran terhadap masyarakat.

Baca juga: Kiat hidup sehat untuk cegah efek paparan asap karhutla pada kesehatan

Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.