Jumat, 25 September 2026 - 09:30 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang masuk kategori Over Dimension Over Loading (ODOL) dengan memanfaatkan teknologi. Langkah tersebut dilakukan seiring persiapan pemerintah menuju target Zero ODOL pada 2027.
Baca Juga
Salah satu teknologi yang digunakan adalah Weigh In Motion (WIM). Dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat 25 September 2026, perangkat tersebut dapat mengukur beban kendaraan ketika truk masih bergerak sehingga pemeriksaan tidak selalu mengharuskan kendaraan berhenti di tempat penimbangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
BPJT Kementerian PU menyebut saat ini terdapat 47 unit WIM di jaringan jalan tol. Dari jumlah tersebut, 38 unit berada sebelum gerbang tol, sedangkan sembilan unit lainnya ditempatkan di jalur utama tol.
Baca Juga
Menurut BPJT, keberadaan WIM juga menjadi bagian dari penguatan digitalisasi pengawasan di jalan tol. Data yang diperoleh dari perangkat tersebut dapat mendukung proses identifikasi kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran terkait muatan.
Pengawasan berbasis teknologi juga dikembangkan Kementerian Perhubungan melalui ETLE HUB. Kementerian Perhubungan menjelaskan sistem tersebut mengintegrasikan sejumlah teknologi dan data, antara lain Automatic Number Plate Recognition (ANPR), Radio Frequency Identification (RFID), WIM, serta Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUE).
Baca Juga
Kementerian Perhubungan mencatat, dalam tahap uji coba ETLE HUB pada Januari hingga Juli 2026 di tiga Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), sistem tersebut mendeteksi 198.127 pelanggaran kendaraan angkutan barang. Pada tahap tersebut, pelanggar masih diberikan sanksi administratif berupa peringatan sebagai bagian dari proses pengembangan sistem penindakan elektronik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data pelanggaran ODOL di jalan tol juga masih menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data WIM 2025 yang dikutip dalam laporan terkait pengawasan kendaraan angkutan barang, rata-rata pelanggaran ODOL di ruas tol yang dikelola Jasa Marga mencapai 17,62 persen dari kendaraan non-Golongan I, sementara di ruas Tol Trans Sumatera yang dikelola Hutama Karya mencapai 21,29 persen.
Kementerian PU sebelumnya menjelaskan bahwa kendaraan dengan muatan berlebih dapat memberikan beban lebih besar terhadap struktur perkerasan jalan. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan kebutuhan pemeliharaan.
3 Truk dan Satu Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Slipi, 2 Orang Tewas
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan empat kendaraan dan menewaskan dua orang terjadi di ruas Tol Dalam Kota, kawasan Slipi, Jakarta Barat, Minggu dini hari
VIVA.co.id
13 September 2026