Makassar (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghabiskan total 14,3 ton (14.300 kg) bahan semai melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memperbesar potensi hujan dan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas.
"Penyemaian tersebut dilakukan dalam 15 kali penerbangan atau sortie berdasarkan pemantauan data pelaksanaan pada 23 Oktober 2026," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan dalam keterangan yang diterima di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Pelaksanaan OMC di Kalimantan Tengah menghabiskan 7.200 kilogram bahan semai yang terdiri atas 5.200 kilogram dry ice untuk mengurai kabut asap dan 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl) melalui delapan sortie penerbangan untuk hujan buatan.
Meski demikian, menurut Berton, hingga laporan per 23 Oktober, belum terdapat laporan turunnya hujan di wilayah sasaran tersebut.
Sementara itu, dia menambahkan bahwa di Sumatera Selatan, OMC dilakukan melalui tujuh sortie dengan menghabiskan 7.100 kilogram bahan semai dan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, operasi ini berhasil memperbaiki tingkat jarak pandang menjadi lebih baik menjelang siang hari.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi selain kedua wilayah tersebut, pelaksanaan OMC yang disesuaikan dengan dinamika atmosfer turut membuahkan hasil positif.
Dalam hal ini hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dilaporkan terjadi di tujuh kabupaten di Kalimantan Barat (termasuk wilayah sasaran di Sekadau, Ketapang, dan Sintang), serta di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Adapun berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (25/10), total luas lahan yang masih dalam penanganan akibat karhutla tercatat seluas 3.392 hektare di Pulau Kalimantan, dengan rincian di Kalimantan Tengah seluas 2.458 hektare, Kalimantan Barat 884 hektare, dan Kalimantan Selatan 52 hektare.
Sementara di Pulau Sumatera, luas lahan dalam penanganan mencapai sekitar 990 hektare yang meliputi Sumatera Selatan 889 hektare, Jambi 89 hektare, serta Lampung di kawasan Taman Nasional Way Kambas 12 hektare.
Untuk mengoptimalkan penanganan darurat di lapangan, pemerintah menyiagakan sebanyak 57.050 personel satuan tugas penyiraman darat di enam provinsi, yang didukung oleh pengerahan total 61 unit armada udara, terdiri atas 24 unit pesawat patroli, CASA, dan OMC, serta 37 unit helikopter water bombing berdasarkan data pemutakhiran 26 Oktober 2026.
Pemadaman ini didukung berbagai peralatan, antara lain selang pemadam, selang hisap, nozel, sepatu bot, pompa portabel, pompa punggung, pemukul api, dan radio komunikasi," pungkas Berton.
Baca juga: Modifikasi cuaca TNI AU dan BMKG sukses hadirkan hujan di Kalimantan
Baca juga: TNI AU kerahkan dua Hercules kirim "dry ice" untuk modifikasi cuaca
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: A Rauf Andar Adipati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.