Warga Gaza mendukai korban serangan Israel di Pos Polisi Jabaliya, Jalur Gaza, Selasa (14/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Setidaknya delapan warga Palestina—termasuk kepala kantor polisi kamp pengungsi Jabaliya—syahid pada Selasa setelah serangan udara Israel menghantam sebuah pos polisi di Gaza utara. Serangan tersebut mengenai pos polisi di kawasan Al-Falouja, sebelah barat kamp pengungsi Jabaliya, lokasi di mana warga sipil dan personel polisi sedang berada.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengidentifikasi salah satu syuhada sebagai Kolonel Mohammed Marwan Salem, kepala kantor polisi Jabaliya; ia gugur bersama sejumlah petugas dan personel polisi saat sedang menjalankan tugas. Sumber medis menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan itu mencapai delapan orang, termasuk seorang perempuan, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Di antara korban luka terdapat warga sipil yang sedang mengunjungi kantor polisi serta perempuan yang sedang melintas di dekat lokasi saat serangan terjadi. Para saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menghantam pos polisi tersebut di kawasan yang dipadati tenda-tenda pengungsian warga Palestina serta pusat evakuasi sementara.
Serangan tersebut terjadi saat pasukan Israel terus melancarkan operasi militer di seluruh Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 10 Oktober 2025. Sebelumnya pada hari Selasa, seorang warga Palestina syahid dan tiga lainnya terluka ketika sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menghantam tenda tempat berlindung keluarga-keluarga pengungsi di dekat kawasan Menara Tayba, sebelah barat Khan Yunis.
Dalam insiden terpisah, seorang anak bernama Moataz Abu Shaar syahid akibat tembakan tentara Israel di kawasan Al-Mawasi, Rafah, wilayah selatan Gaza. Sumber rumah sakit menyatakan bahwa sepuluh warga Palestina telah tiba di rumah sakit-rumah sakit di Gaza hingga Selasa siang; tujuh orang di antaranya syahid di Gaza utara dan tiga orang di wilayah selatan, dengan satu orang di antaranya kemudian meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita sebelumnya.
Sebelumnya pada hari Selasa, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa dua warga Palestina tewas dan 21 orang lainnya terluka dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Kementerian tersebut menyatakan bahwa tim penyelamat masih belum dapat mengevakuasi banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan atau berada di lokasi yang tidak dapat dijangkau akibat serangan Israel yang terus berlangsung.
Menurut kementerian itu, sebanyak 1.110 warga Palestina telah syahid dan 3.599 orang terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, sementara sekitar 800 jenazah tambahan telah ditemukan dalam periode yang sama. Sejak Oktober 2023, total jumlah korban tewas akibat operasi militer Israel telah mencapai 73.233 warga Palestina, dengan 173.707 orang lainnya mengalami luka-luka.